Pembangunan UMKM Center di kawasan Jalan Raja Alam II, Rinding, Berau, yang berada satu kawasan dengan Mal Pelayanan Publik (MPP), diyakini bakal menjadi kawasan terpadu baru yang menghadirkan kemudahan sekaligus peluang ekonomi.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, Eva Yunita, menjelaskan proyek ini bukan sekadar pembangunan fasilitas baru, melainkan bentuk keseriusan pemerintah dalam menciptakan wadah komprehensif bagi pelaku usaha kecil dan menengah.
Untuk proses pembangunan ini, sudah melakukan rapat koordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk menghadirkan lima perwakilan UMKM.
“Karena tujuannya, agar mereka bisa memberikan masukan langsung sesuai kebutuhan di lapangan,” ujarnya, Senin (6/10/2025).
Berbeda dari sekadar galeri UMKM, UMKM Center dirancang sebagai pusat aktivitas ekonomi kreatif yang dilengkapi fasilitas pelatihan, pembinaan, serta ruang pengembangan produk.
Pihaknya ingin menjadikannya sebagai “rumah besar” bagi UMKM Berau. Tempat ini menjadi tempat para pelaku usaha dapat belajar, berinovasi, sekaligus memasarkan produk dalam satu area.
“Harapannya, semua kebutuhan UMKM bisa terakomodir. Bukan hanya tempat jualan, tetapi juga pusat pelatihan dan pembinaan. Jadi, kegiatan peningkatan kapasitas bisa dipusatkan di situ,” lanjut Eva.
Selain itu, keberadaan UMKM Center yang berdampingan dengan MPP Berau dipandang sebagai langkah strategis. Masyarakat yang datang untuk mengurus administrasi pemerintahan dapat sekaligus berinteraksi dengan produk lokal mempertemukan pelayanan publik dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Kalau orang datang ke MPP untuk urusan layanan, mereka bisa sekalian mampir ke galeri UMKM. Jadi ada sinergi antara pelayanan publik dan pemberdayaan ekonomi,” jelasnya.
Lebih dari sekadar ruang usaha, kawasan terpadu ini juga akan menghadirkan creative hub, area khusus bagi anak muda yang ingin menyalurkan ide dan kreativitasnya.
Fasilitas ini diharapkan menjadi magnet baru bagi kalangan muda Berau untuk mengembangkan potensi di bidang desain, digital, dan inovasi produk lokal.
“Kita ingin UMKM Center ini juga punya ruang untuk anak muda yang punya karya dan kreasi. Jadi bukan hanya tempat jualan, tapi juga ruang untuk tumbuhnya ide-ide baru,” tambahnya.
Pembangunan fisik kawasan akan ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), sementara Diskoperindag fokus pada penyusunan konsep dan kebutuhan fungsionalnya.
Kolaborasi ini memastikan desain kawasan tidak hanya indah secara fisik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan para pelaku UMKM.
“Pekerjaan fisik memang di bawah DPUPR, tapi kami tetap berkoordinasi untuk memastikan kebutuhan UMKM terakomodir sejak tahap perencanaan,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya melibatkan semua pihak terkait sejak awal, agar perencanaan UMKM Center tidak berjalan sepihak. Dengan begitu, meskipun pelaksanaannya menyesuaikan anggaran, arah pembangunan tetap menyeluruh dan sesuai tujuan utama.
“Kita ingin perencanaan yang komprehensif. Karena kalau banyak pihak terlibat dari awal, hasilnya juga lebih matang,” tegasnya.
Pemkab Berau menyiapkan lahan sekitar empat hektare untuk pembangunan UMKM Center dan kawasan penunjangnya.
Meski akan berada dalam satu kawasan dengan MPP, bangunannya akan dibuat terpisah agar fungsi keduanya tetap jelas, satu berorientasi pada pelayanan publik, satu lagi pada pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Kawasan terpadu ini diharapkan menjadi ikon baru Kabupaten Berau, tempat bertemunya administrasi modern dan geliat ekonomi kreatif lokal.
Dengan dukungan fasilitas lengkap, konsep integrasi ini bukan hanya memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan publik, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kemandirian dan inovasi lokal.
“Intinya, satu kawasan ini bukan hanya untuk pelayanan, tapi juga pemberdayaan. Kita ingin masyarakat tidak hanya dilayani, tapi juga berkembang bersama,” tutupnya.
Editor: Erwin