Penandatanganan kesepakatan yang berlangsung di Ruang Rapat Semama, Kantor Bupati Berau, Senin (22/9/2025) itu, dipimpin langsung oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, didampingi Wakil Bupati Gamalis dan unsur Forkopimda Kabupaten Berau.
Usai penandatanganan, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas menegaskan bahwa kesepakatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam Rapat Koordinasi Inflasi pada 8 September 2025 lalu.
Poin penting yang ditegaskan yakni mengenai instruksi untuk memperbanyak program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, serta menunda kegiatan yang hanya bersifat seremonial atau keramaian.
“Gerakan pangan murah ini bukan hanya sekadar kegiatan seremonial, tetapi wujud komitmen pemerintah daerah untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan pangan yang berkualitas dengan harga terjangkau,” tegas Sri Juniarsih.
Menurutnya, keberadaan sembako gratis, operasi pasar murah, dan gerakan pangan murah diharapkan bisa membantu masyarakat, khususnya kelompok miskin yang sudah terdata dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Kami ingin memastikan kegiatan ini terlaksana tepat waktu, tepat sasaran, serta menjamin keamanan dan ketertiban dalam penyaluran bantuan,” tambahnya.
Tak hanya itu, ia juga menekankan program Gerakan Pangan Murah (GPM) juga diarahkan untuk mendorong produk-produk lokal hasil Bumi Batiwakkal bisa semakin dikenal dan dikonsumsi oleh masyarakat sendiri.
“Dengan begitu, kita bukan hanya mengendalikan harga bahan pokok, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal,” jelasnya.
Ia menambahkan, GPM tidak hanya berfungsi sebagai penyaluran beras dengan harga terjangkau, tetapi juga bagian dari upaya strategis pemerintah untuk memastikan ketersediaan pangan tetap aman di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.
Tak hanya itu, melalui momentum peringatan HUT ke-72 Berau dan HUT ke-215 Kota Tanjung Redeb, Pemkab bersama Forkopimda berkomitmen menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
Program pangan murah serentak, yang sebelumnya juga digelar di seluruh kecamatan pada 30 Agustus 2025 lalu, menjadi bukti nyata sinergi pemerintah daerah dengan Bulog, pelaku usaha, dan masyarakat.
“Dari pesisir hingga pedalaman, dari kota hingga kampung, seluruh masyarakat harus bisa memperoleh bahan pangan dengan harga wajar. Inilah semangat yang ingin kita wujudkan bersama,” tutur Bupati.
Baginya, sinergi lintas lembaga menjadi kunci agar penyaluran sembako gratis dan kegiatan pasar murah berjalan sesuai tujuan.
Menurutnya, keberhasilan gerakan pangan murah bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah, melainkan juga memerlukan dukungan aktif dari masyarakat.
“Melalui kesempatan ini, saya mengajak semua untuk terus bersinergi melalui program yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat Berau,” pungkasnya.
Editor: Erwin