Melalui kegiatan Uji Tera, tim dari Sales Branch Manager (SBM) III Kaltimut melakukan pengecekan langsung di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kecamatan Sambaliung, Berau, Sabtu (20/9/2025).
Hermawan Bagus Prabowo selaku SBM Kaltim Utara III Fuel menyampaikan, kegiatan ini merupakan agenda rutin Pertamina dalam rangka memastikan pelayanan berjalan sesuai standar.
Menurutnya, kunjungan ini menjadi bentuk tanggung jawab perusahaan dalam menjaga kepercayaan konsumen.
“Pada agenda hari ini kami dari Pertamina Patra Niaga regional Kalimantan, khususnya di Kabupaten Berau, melakukan kunjungan lapangan untuk menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan. Kami melakukan pengecekan kualitas dan kuantitas, baik dari volume hingga mutu BBM yang bisa disaksikan langsung oleh masyarakat,” jelasnya.
Selain pengecekan lapangan, Pertamina juga menggalakkan program promosi melalui aplikasi MyPertamina. Di mana, setiap akhir pekan maupun hari Senin, tersedia program khusus yang ditujukan untuk mendorong pembelian BBM non-subsidi.
Langkah ini sekaligus meningkatkan penggunaan MyPertamina sebagai sistem transaksi yang transparan dan efisien.
“Kami ingin masyarakat lebih paham menggunakan MyPertamina. Program ini diadakan bukan hanya untuk promosi, tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran penggunaan BBM non-subsidi. Dengan begitu, distribusi energi bisa lebih merata dan berkeadilan,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Pertamina melakukan serangkaian uji mutu menggunakan peralatan khusus. Pengecekan dilakukan mulai dari terra nozzle, uji volume, densitas, untuk memastikan tidak ada kandungan air atau zat lain yang bisa menurunkan kualitas.
“Untuk SPBU di Sambaliung, hasil pengecekan sangat bagus dan sesuai standar Pertamina, yaitu Pasti Pas. Bahkan di Jobber Berau, tidak ditemukan adanya kontaminasi baik berupa air maupun zat lainnya dalam BBM yang disalurkan,” terang Hermawan.
Dirinya menegaskan, ketersediaan stok BBM di Berau terpantau aman. Pertamina memiliki sistem dasbor pemantauan stok yang terhubung langsung dengan depot.
Sistem ini memungkinkan pemantauan stok dilakukan secara real time, sehingga risiko keterlambatan pengantaran dapat segera diantisipasi.
“Setiap hari kami berkoordinasi dengan pihak depot untuk memastikan distribusi berjalan lancar. Kalau pun ada kendala, misalnya di daerah pedalaman seperti Biduk-Biduk yang jaraknya jauh dan terkendala perbaikan jalan, kami terus berupaya agar tidak ada keterlambatan signifikan,” tambahnya.
Hermawan mengungkapkan, distribusi BBM di Kalimantan memang memiliki tantangan tersendiri karena kondisi geografis.
Untuk Kabupaten Berau, pengantaran BBM dilakukan dengan sistem tiga ritase. Kendala seperti perbaikan jalan memang sempat berpengaruh, namun diharapkan dalam waktu dekat tidak lagi menjadi hambatan besar.
“Harapannya dengan perbaikan infrastruktur, pengiriman BBM ke wilayah-wilayah terpencil bisa lebih lancar. Kami juga terus mengingatkan masyarakat, bila menemukan kendala atau kehabisan stok di SPBU, segera laporkan ke Pertamina agar bisa segera ditindaklanjuti,” tegasnya.
Pertamina menegaskan komitmennya untuk terus hadir di lapangan demi menjaga kepercayaan masyarakat. Melalui pengecekan rutin, program MyPertamina, hingga evaluasi distribusi, pihaknya ingin memastikan bahwa kebutuhan energi di Berau dan wilayah Kalimantan lainnya tetap aman dan terlayani dengan baik.
“Ini adalah komitmen kami. Pertamina turun langsung untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat selalu tersedia. Kami ingin masyarakat percaya bahwa pelayanan dan kualitas BBM selalu menjadi prioritas utama,” pungkasnya.
Kunjungan ini juga mendapat perhatian dari DPRD Berau. Anggota Komisi II, Sutami, hadir mendampingi tim Pertamina dalam pengecekan di SPBU. Menurutnya, kehadiran Pertamina ke lapangan menjawab langsung keresahan masyarakat terkait isu kelangkaan BBM.
“Kami dari DPRD diundang untuk ikut serta. Ternyata pengecekan dilakukan dengan alat khusus dari Pertamina, sehingga hasilnya bisa dipertanggungjawabkan. Hal ini sekaligus menjawab keluhan masyarakat, bahwa seluruh SPBU di Kabupaten Berau benar-benar diawasi kualitas dan jumlah literannya,” kata Sutami.
Sutami menambahkan, berdasarkan hasil pantauan, secara umum pelayanan SPBU di Berau sudah baik. Kendala yang masih ditemui lebih banyak terkait sistem pengantaran, sehingga menyebabkan SPBU sesekali kehabisan stok.
“Masalah pengantaran ini harus menjadi perhatian serius. Kami mendorong Pertamina untuk mengevaluasi sistem distribusi agar tidak ada lagi kasus SPBU kosong. Selain itu, kami meminta agar jumlah Pertashop di kecamatan-kecamatan diperbanyak, supaya bisa mengurangi antrian di SPBU utama,” ungkapnya.
Sutami juga mengapresiasi penerapan sistem barcode yang diberlakukan Pertamina, khususnya dalam penyaluran BBM jenis Pertalite. Sistem ini dianggap mampu memastikan penyaluran BBM bersubsidi lebih tepat sasaran.
“Kami juga berharap Pemerintah Kabupaten turut serta dalam pengawasan rutin di seluruh SPBU. Dengan begitu, masyarakat yakin bahwa kebutuhan BBM mereka terlindungi, tidak ada permainan atau penyalahgunaan,” tutupnya.
Editor: Erwin