Kehadiran pasar ini menjadi simbol kebangkitan ekonomi masyarakat, sekaligus buah nyata dari pemanfaatan dana kampung dan gotong royong bersama pemerintah, swasta, serta masyarakat.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, yang hadir langsung dalam peresmian, memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kampung Bukit Makmur yang telah menginisiasi pembangunan pasar tersebut.
Menurutnya, pembangunan pasar ini membuktikan bahwa Alokasi Dana Kampung (ADK) dan Dana Desa dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.
“Pasar Rakyat Merah Putih ini lahir dari semangat kebersamaan. Ini adalah contoh baik bagi kepala kampung lain, bagaimana dana kampung bisa diarahkan untuk pembangunan yang bermanfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam peningkatan ekonomi,” ujar Sri Juniarsih.
Sebelumnya Pasar ini sempat dilanda musibah kebakaran yang menghanguskan sebagian besar fasilitas. Namun, tragedi tersebut tidak membuat masyarakat berhenti berusaha.
Melalui dukungan dana ADK dan Dana Desa, lahirlah Pasar Rakyat Merah Putih yang lebih representatif, modern, serta di dalamnya terdapat Koperasi Merah Putih untuk mendukung aktivitas ekonomi.
Bupati menambahkan, kehadiran pasar ini sekaligus menjadi bukti bahwa musibah bisa menjadi pemicu semangat membangun kembali.
“Kebakaran memang menyisakan duka, tetapi kini kita saksikan kebangkitan baru. Pasar ini bukan hanya tempat jual beli, tetapi juga pusat interaksi dan penggerak ekonomi,” ungkapnya.
Bupati juga menekankan peran penting Kepala Kampung (Kakam) dalam menjaga komunikasi dengan seluruh pihak, termasuk perusahaan di sekitar wilayah.
Ia mengingatkan agar pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dapat tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat.
“Seorang kepala kampung harus mampu membangun komunikasi yang baik dengan semua pihak. Dengan begitu, setiap bantuan atau program CSR bisa benar-benar menyentuh kebutuhan warga,” tegas Sri Juniarsih.
Sementara, Kepala Kampung Bukit Makmur, Saidin Saputra, menuturkan bahwa pembangunan pasar rakyat ini merupakan hasil gotong royong banyak pihak, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah kampung, hingga perusahaan swasta.
Dirinya mengatakan, lahan ini sebelumnya hanya ada gunung. Melalui kebersamaan dan dukungan semua pihak, pasar ini bisa terwujud.
"Kami berharap, pasar ini dapat memberi manfaat besar, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat seperti ikan laut, ikan air tawar, dan daging,” kata Saidin.
Pihak kampung mengalokasikan ADK sekitar Rp1,3 miliar secara bertahap dari tahun 2024 hingga 2025 untuk pembangunan pasar.
Dukungan dana tersebut kemudian dipadukan dengan kontribusi pihak swasta, sehingga fasilitas yang terbangun lebih lengkap dan representatif.
Plt Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Berau, Maulidiyah, menjelaskan detail pembangunan Pasar Rakyat Merah Putih.
Pada 2024, melalui Dana ADD, berhasil dibangun 10 unit ruko. Kemudian pada 2025, lewat Dana ADK, berdiri satu gedung utama berisi 8 kios dan 8 lapak ikan.
Selain itu, pihak swasta juga turut serta dalam pembangunan dengan memberikan bantuan berupa 9 gerobak UMKM serta pengecoran halaman pasar.
Seluruh fasilitas pasar nantinya akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) Bukit Makmur, sehingga keberlanjutan pemanfaatannya bisa lebih terjamin.
“Pasar ini bukan hanya tempat transaksi, tetapi juga wadah pemberdayaan UMKM dan nelayan. Kita harapkan keberadaan pasar ini menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kecamatan Segah,” tutup Maulidiyah.
Editor: Erwin