Proyek ini merupakan bentuk nyata dari komitmen Pemkab Berau meningkatkan kualitas infrastruktur sekaligus menjawab keluhan masyarakat yang selama ini harus beraktivitas dengan kondisi jalan yang rusak dan membahayakan.
Jalan penghubung tersebut diketahui menjadi jalur vital bagi warga setempat dalam menjalankan berbagai aktivitas mulai dari kegiatan ekonomi, Pendidikan hingga akses terhadap layanan kesehatan.
Kepala DPUPR Berau Fendra Firnawan menjelaskan, pembangunan infrastruktur ini merupakan prioritas utama Pemkab Berau dalam mendukung kemajuan kampung-kampung di wilayahnya.
Akses jalan yang layak merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi untuk mendorong kesejahteraan masyarakat. “Jalan menjadi prioritas pemerintah, apalagi kalau itu jalur tersebut menjadi akses utama aktivitas warga, baik untuk ekonomi, pendidikan, maupun sosial,” ujar Fendra kepada Korankaltim.com Kamis (11/9/2025) hari ini.
Struktur jalan dan jembatan yang menghubungkan dua kampung tersebut sudah dalam kondisi rusak parah dan telah lama menjadi keluhan masyarakat. Karena itu DPUPR menilai perlunya dilakukan penguatan menyeluruh, terutama pada struktur jembatan, guna menjamin keselamatan pengguna jalan.
Diyakini perbaikan infrastruktur ini akan memberikan dampak luas bagi kehidupan masyarakat, terutama dalam meningkatkan produktivitas dan pendapatan keluarga.
“Dampaknya bisa sangat luas, termasuk peningkatan ekonomi keluarga. Ketika akses antarkampung lebih lancar dan aman, maka berbagai sektor kehidupan warga juga akan ikut terdorong,” jelasnya.
Dalam pelaksanaan proyek ini, DPUPR Berau juga menekankan pentingnya kualitas pekerjaan dan ketepatan waktu penyelesaian. Masyarakat diajak untuk ikut serta dalam mengawasi jalannya pembangunan agar proyek berjalan sesuai rencana dan menghasilkan infrastruktur yang tahan lama.
Dengan terealisasinya proyek ini, Pemkab Berau berharap dapat terus membangun infrastruktur yang merata di seluruh wilayah kabupaten, khususnya daerah-daerah yang selama ini masih kesulitan akses transportasi.
Peningkatan konektivitas antarwilayah dinilai menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan dan pemerataan ekonomi di Bumi Batiwakkal. "Kami ingin hasilnya benar-benar bermanfaat jangka panjang. Karena itu, pengawasan dari masyarakat sangat penting agar pembangunan ini berjalan maksimal,” sebut Fendra.
Editor: Aspian Nur