Persiapan Hampir Rampung, Festival Manutung Jukut Terancam Gagal Digelar
1 menit baca0 kali dibaca

Penulis : Indri
KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Perayaan Hari Jadi ke-72 Kabupaten Berau dan HUT ke-215 Kota Tanjung Redeb di tahun 2025 tampaknya akan jauh dari kemeriahan.
Sejumlah agenda tahunan seperti Manutung Jukut, Berau Expo hingga Carnaval Budaya yang biasa menjadi daya tarik utama, terancam batal digelar.
Hal itu sejalan, adanya arahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang meminta pemerintah daerah untuk menjaga kondusivitas wilayah serta menghindari kegiatan seremonial yang bersifat berlebihan.
Kepala Bidang Penguatan dan Daya Saing Produk Perikanan, Dinas Perikanan Kabupaten Berau, Dewi Rosita mengatakan antusias masyarakat Berau untuk mengikuti Manutung Jukut direspons positif. Namun, dengan adanya arahan dari Kemendagri, pihaknya hanya bisa mengikuti saja.
“Padahal, sejak pendaftaran dibuka pada 25 Agustus lalu, sudah banyak yang mendaftar, ada sekitar 225 peserta,” ujarnya.
Tak hanya itu, dari total 378 tenda yang disiapkan di acara Manutung Jukut, 300 diantaranya telah terisi. Bahkan, jukut atau ikan, telah disiapkan lebih dari 3.000 kilogram, masing-masing tenda dijatah 25 kilogram.
PT Berau Coal pun siap menambah pasokan ikan hingga 4 ton apabila festival benar-benar terlaksana.
Dewi tak menampik, isu penundaan kegiatan seremonial membuat pihaknya harus putar otak. Sebab, untuk pengadaan ikan segar, membutuhkan waktu minimal 20 hari sebelum hari pelaksanaan.
“Kalau tiba-tiba diputuskan untuk ditunda minggu depan, jelas tidak mungkin. Karena pengadaan ikan segar itu ada mekanismenya,” jelasnya.
Bahkan, secara teknis, persiapan untuk Manutung Jukut hampir rampung, baik dari tata lokasi, peralatan pembakaran hingga koordinasi dengan aparat keamanan dan organisasi perangkat daerah (OPD).
“Jadi, kalau Manutung Jukut benar dibatalkan, kami harus membayar sekitar 20 persen dari kontrak pengadaan,” bebernya.
Meski begitu, Dewi menyebutkan ada opsi alternatif pemanfaatan ikan apabila festival tidak jadi dilaksanakan. Salah satunya, dialihkan untuk mendukung program penanganan stunting maupun program MBG.
“Rasanya sayang saja, kalau kegiatan Manutung Jukut yang sangat identik ini hilang begitu saja,” pungkasnya.
Editor: Erwin










