Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat, menjelaskan bahwa peristiwa ini bermula saat korban bersama dua temannya tengah asyik berenang di Sungai Kelay, tepatnya di belakang rumah warga RT 14 Kelurahan Karang Ambun, pada Rabu (27/8/2025) sekitar pukul 17.00 Wita.
Saat itu, mereka berenang sambil bercanda. Korban beberapa kali naik ke atas sebuah kapal rusak yang berada di sekitar lokasi, lalu melompat kembali ke sungai.
Namun, pada lompatan terakhir, kedua temannya tidak menyadari bahwa korban tidak kembali muncul ke permukaan dan ternyata masih berada di dalam air.
“Menjelang Magrib, kedua temannya pulang ke rumah dan tidak memberi info ke keluarga korban,” ungkapnya.
Lanjutnya, Kamis (28/8/2025) ibu korban mulai mencari keberadaan RS. Di sore harinya, salah satu teman korban baru mengembalikan pakaian RS ke rumahnya.
“Saat mengembalikan baju korban, adik korban langsung memberitahukan kepada ibunya,” ujarnya.
Mengetahui hal itu, ibu korban lalu melaporkan kejadian itu kepada ketua RT setempat. Sejak saat itu, warga bersama pihak berwenang melakukan pencarian.
Namun, karena laporan yang diterima malam hari, maka pihaknya hanya bisa meninjau lokasi kejadian. “Kami hanya meninjau lokasi, karena pencarian malam hari sangat berisiko bagi petugas,” jelasnya.
Tim gabungan BPBD kemudian memulai pencarian, Jumat (29/8/2025) pagi. Kemudian, sekitar pukul 15.20 WITA, jasad RS ditemukan dalam kondisi telungkup oleh warga di aliran Sungai Kelay, tepatnya di bawah jembatan Dermaga warga Kampung Sukan, Kecamatan Sambaliung. Jaraknya lebih dari 10 kilometer dari lokasi awal kejadian.
Penemuan itu membuat warga geger hingga akhirnya dilaporkan kepada kepala kampung dan diteruskan ke BPBD Berau.
Menerima laporan tersebut, Tim BPBD segera menuju lokasi menggunakan speedboat dan tiba sekitar pukul 17.14 WITA.
“Jenazah langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut,” terang Nofian.
Lurah Karang Ambun, Muliana, mengungkapkan membenarkan adanya laporan tersebut. Ia cukup terkejut, sebab waktu kejadian dengan laporan yang diterima cukup lama.
“Iya benar. Kami langsung menelusuri informasi tersebut dan berkoordinasi dengan pihak terkait,” tutupnya.
Editor: Erwin