Stok Beras di Berau Cukup hingga Akhir Tahun, HET Dinilai Tak Realistis
2 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Indri
KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau memastikan stok beras aman hingga akhir tahun 2025.
2 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Indri
KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau memastikan stok beras aman hingga akhir tahun 2025.
Hal ini disampaikan langsung oleh Plt. Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setkab Berau, Warji dalam pertemuan bersama Dinas Pangan Berau di Ruang Rapat Kantor Dinas Pangan Berau, Rabu (20/8/2025).
Menurutnya, dari laporan distributor maupun Bulog, ketersediaan beras diperkirakan cukup untuk tujuh bulan ke depan.
Meski demikian, terdapat tantangan yang harus dihadapi, yakni penyesuaian Harga Eceran Tertinggi (HET) serta menjaga stabilitas pasokan dan harga di pasar.
“Untuk stok pangan kita aman, khususnya beras. Meski demikian, seperti Juli–Agustus ini statusnya waspada, tapi masih terkendali,” ungkap Warji.
Selain stok, pemerintah paerah juga menyoroti persoalan mutu beras dan stabilitas harga. Para pedagang dan distributor diminta menjaga kualitas beras yang dijual agar sesuai standar.
Namun, Warji mengakui, HET di Berau masih sulit dilakukan karena kondisi geografis dan biaya produksi yang lebih tinggi.
“Bayangkan saja, harga gabah diambil Bulog Rp6.500 per kilogram. Jika digiling jadi beras, ditetapkan HET Rp13.100 per kilogram. Dengan selisih Rp100, tentu tidak mungkin menutup biaya pengeringan, pengangkutan, pengemasan, apalagi keuntungan,” jelasnya.
Karena itu, Warji menilai penerapan HET di wilayah Kalimantan, khususnya Berau dianggap tidak realistis.
Namun, pihaknya berharap para pelaku usaha tetap menjaga ketersediaan agar masyarakat tidak resah dan tidak terjadi kelangkaan.
Selain itu, dirinya juga mengingatkan agar para produsen beras untuk melengkapi izin edar sesuai aturan yang berlaku, Warji mendorong produsen yang belum memiliki izin edar agar segera mengurusnya.
“Dengan begitu, distribusi beras tetap lancar dan masyarakat mendapat jaminan kualitas,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pangan Kabuapaten Berau, Rakhmadi Pasarakan mengatakan, menjamin ketersediaan beras di seluruh wilayah Kabupaten Berau, terutama menjelang akhir tahun yang biasanya mengalami peningkatan konsumsi.
“Stok kita dalam posisi aman Distribusi juga berjalan lancar. Namun, kami masih menemui kendala di lapangan terkait implementasi HET,” ungkapnya.
Dirinya menjelaskan, tingginya harga gabah di tingkat petani serta ongkos produksi yang meningkat menjadi tantangan sendiri.
Untuk mengatasi masalah ini, Dinas Pangan mengusulkan evaluasi terhadap kebijakan HET secara berkala, dengan mempertimbangkan dinamika harga di tingkat hulu dan rantai distribusi.
Dinas Pangan juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying dan percaya bahwa pemerintah terus memantau kondisi pasar secara aktif demi menjaga stabilitas pangan nasional.
“Kami tidak hanya fokus pada ketersediaan, tetapi juga keterjangkauan. Dua hal ini harus berjalan seimbang agar masyarakat tetap bisa membeli beras dengan harga wajar, tanpa merugikan petani dan pedagang,” tutupnya.
Editor: Erwin

Copyright © 2007 - 2026 Korankaltim.com | All Rights Reserved.
6 kali dibaca
Pusat gempa berada di laut 111 km tenggara Selayar
01 Okt 2026, 21:20:00 WIB • Kedalaman 10 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG