Kepala Dinas (Dinkes) Berau Lamlay Sarie saat dikonfirmasi Korankaltim.com justru mengaku belum mengetahui adanya wacana tersebut. Menurutnya, kewajiban memberikan asuransi kesehatan dan keselamatan bukan menjadi urusan Dinkes. "Saya belum tahu ada wacana itu," kata Lamlay Selasa (13/8/2025) hari ini.
Terpisah, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Samsiah Nawir menyebut pemberian jaminan asuransi bagi setiap pengunjung seharusnya melalui pengelola destinasi wisata dengan pihak asuransi.
Selain itu pemungutan asuransi tersebut seharusnya dimasukkan dalam pembayaran retribusi objek wisata, sehingga setelah wisatawan membayar retribusi masuk, maka otomatis tercover denga asuransi. "Harusnya itu dari pihak pengelola, bukan dari kami," kata Samsiah.
Kepala Disbudpar Berau Ilyas Natsir mengakui sampai saat ini wacana pemberian asuransi untuk wisatawan belum ada pembahasan namun kalau diterapkan mereka mendukung sepenuhnya selama itu bertujuan untuk keamanan pengunjung. "Belum ada pembahasan, tapi kalau wacana itu di realisasikan, itu sangat bagus," sebut Ilyas.
Sebelumnya Sekretaris Daerah (Sekda) Berau Muhammad Said berencana mengajak setiap pengelola objek wisata yang ada di Bumi Batiwakkal untuk memberikan asuransi kepada setiap pengunjung melalui retribusi atau biaya masuk objek wisata.
Pasalnya setiap insiden yang terjadi baik di objek wisata tidak dapat dihindari. Namun sebagai pengelola suatu objek wisata, diperlukan antisipasi sebelum insiden tersebut terjadi. "Kami berharap pengelola wisata bisa bekerja sama dengan pihak asuransi bagi pengunjung," kata Said.
Kalau biaya asuransi keselamatan bisa dimasukkan ke retribusi biaya masuk destinasi maka pengunjung bisa lebih merasa aman walaupun, potensi insiden di tempat wisata pasti ada. "Jadi setiap orang yang masuk ke lokasi wisata bisa langsung membayar asuransi yang tergabung dalam retribusi," ucapnya.
Walaupun nantinya biaya retribusi ke objek wisata tersebut mengalami kenaikkan, hal tersebut tidak menjadi masalah mengingat dengan adanya asuransi keselamatan maka pengunjung akab merasa aman. "Tapi tetap pengelola juga harus memaksimalkan dan memberikan pelayanan kepada pengunjung," tegas Said.
Editor: Aspian Nur