Berdasarkan kajian risiko bencana di Kabupaten Berau, Karhutla menjadi bencana dengan indeks risiko tertinggi. Bahkan, dalam Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI), Berau tercatat berada pada angka 173,37, yang mengategorikannya sebagai daerah berisiko tinggi terhadap bencana.
“Apel hari ini menjadi bukti komitmen dan sinergi kita bersama untuk memastikan seluruh unsur siap siaga dalam mencegah dan menangani Karhutla, baik dari sisi personel maupun sarana pendukung,” ujar Sri Juniarsih Mas.
Menurutnya, sebagian besar Karhutla disebabkan oleh aktivitas manusia, baik disengaja maupun akibat kelalaian. Namun, faktor alam seperti kemarau panjang dan fenomena El Nino juga turut memperparah situasi.
“Beberapa waktu terakhir, Berau dilanda cuaca ekstrem, bahkan sempat mencapai suhu 37 derajat celcius. Kondisi ini tentu meningkatkan potensi kebakaran. Maka dari itu, saya instruksikan beberapa langkah mitigasi,” jelasnya.
Sri Juniarsih, menegaskan tiga langkah penting yang harus dijalankan oleh seluruh pihak dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla di wilayah Berau.
Pertama, antisipasi dini, melalui sosialisasi, penyuluhan, serta pengecekan langsung ke titik-titik rawan kebakaran. Kedua, persiapan sarana, dengan membentuk pos pengendalian Karhutla di setiap kecamatan dan melengkapi peralatan pendukung. Ketiga, optimalisasi peran masyarakat, dengan mengaktifkan relawan serta Kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) sebagai garda terdepan dalam pengawasan dan respons cepat terhadap potensi kebakaran.
Ia menegaskan bahwa pengendalian Karhutla tidak hanya sekadar pemadaman dan penegakan hukum, juga harus mencakup enam elemen sebagaimana tertuang dalam Permen LHK Nomor 32 Tahun 2016. Perencanaan, pencegahan, penanggulangan, pasca kebakaran, koordinasi kerja, dan kesiagaan.
Sri turut mengajak seluruh pihak lintas sektor, Forkopimda, TNI, Polri, BPBD, Satpol PP, OPD, camat, lurah hingga relawan untuk memperkuat sinergi.
“Kita harus bersatu, bergerak bersama, dan tidak menunggu api membesar. Pencegahan jauh lebih penting, karena dampak Karhutla sangat merugikan, baik dari sisi ekonomi, kesehatan, maupun kelestarian lingkungan,” tutupnya.
Editor: Erwin