BMKG Sebut Berau Masuki Pancaroba Menuju Musim Kemarau
2 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Indri
KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Kondisi cuaca di Kabupaten Berau kini tengah memasuki masa peralihan atau pancaroba dari musim hujan menuju musim kemarau.
Cuaca yang tidak menentu, ditandai dengan hujan yang turun secara tiba-tiba disertai angin kencang serta perubahan suhu udara yang drastis, menjadi indikator bahwa wilayah tersebut akan memasuki musim kemarau tahun 2025.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Berau, Ade Heryadi menjelaskan bahwa saat ini pihaknya masih memantau intensitas curah hujan pada sepuluh hari terakhir atau dasarian ketiga bulan Juli.
“Apabila curah hujan kurang dari 50 milimeter (mm), artinya awal musim hujan terjadi pada awal Juli ini,” ungkapnya kepada Korankaltim.com, Kamis (24/7/2025).
Untuk menentukan masuknya musim kemarau, ditentukan oleh jumlah curah hujan setiap sepuluh harian atau perdasarian.
Apabila jumlah curah hujan satu dasarian kurang dari 50 mm serta diikuti dua dasarian berikutnya maka sudah bisa dikatakan masuk musim kemarau.
Namun, untuk saat ini dari dua dasarian bulan Juli curah hujan kurang dari 50 mm dan tinggal menunggu satu dasarian di yaitu dasarian III di bulan Juli.
Berdasarkan data curah hujan bulan yang dimiliki sampai tanggal 23 Juli dapat disampaikan bahwa jumlah curah hujan 67.4 mm dan hari hujan 13 hari.
“Jadi kita masih harus menunggu sampai akhir bulan Juli atau tujuh hari lagi untuk pastinya,” ujarnya.
“Dari 23 hari yang sudah berlalu, ada penurunan curah hujan signifikan, tapi untuk memastikan sudah masuk musim kemarau masih harus menunggu sampai akhir bulan ini,” tambahnya.
Diketahui, sepanjang tahun 2025 ini, Kabupaten Berau telah melalui fase musim hujan dan pancaroba menuju musim kemarau. Sehingga, dirinya mengimbau terkait penurunan curah hujan ini ketersediaan air tanah berkurang, sehingga bijak dalam penggunaan air dan hindari melakukan pembakaran rumput atau ladang untuk menghindari penjalaran api yang tidak terkendali.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, Mashyadi Muhdi menyatakan telah mempersiapkan langkah mitigasi menghadapi musim kemarau.
Pihaknya telah berkoordinasi lintas instansi, termasuk sosialisasi kepada masyarakat rawan terdampak.
“Kami juga meminta agar masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Jika diperlukan, kami akan aktifkan posko siaga bencana untuk respons cepat,” pesannya.
Editor: Erwin









