Dalam peluncuran kelembagaan 80.081 Koperasi Kelurahan/Desa Merah Putih secara serentak oleh Presiden Republik Indonesia di seluruh Indonesia, tercatat sebanyak 109 Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih telah disiapkan untuk beroperasi di 100 kampung dan 10 kelurahan di Kabupaten Berau.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindagkop) Kabupaten Berau Eva Yunita menjelaskan telah terdapat sebanyak 109 Kopdes Merah Putih yang sudah berbadan hukum di Berau
Namun, terdapat satu koperasi yang sepakat untuk menggabungkan diri, yakni Kopdes Merah Putih Batu Rajang dan Siduung Indah di Kecamatan Segah.
Saat ini, pembentukan Kopdes Merah Putih di Berau sudah memasuki tahap kedua. Di mana, para pengurus Kopdes akan diberikan pembinaan, pelatihan dan pendampingan terkait mekanisme peran dan fungsi Kopdes di tengah masyarakat
“Kita sudah masuk tahap kedua. Mulai dari bulan Juli- Oktober, kami persiapan untuk memberikan kompetensi kepada pengurus Kopdes di 109 Kopdes di Berau,” jelas Eva usai mengikuti peluncuran kelembagaan 80.081 Kopdes Merah Putih di Seluruh Indonesia melalui zoom meeting di Kantor Diskominfo Berau, Senin (21/7/2025).
Terkait dengan permodalan Kopdes, pihaknya masih menunggu Juknis dari Pemerintah Pusat. Berdasarkan informasi yang diterima, masing-masing Kopdes Merah Putih akan mendapatkan anggaran permodalan Rp3 hingga Rp5 miliar.
Namun, dalam pemberian permodalan, setiap Kopdes akan dilihat dari segi profil bisnis masing-masing. Setelah itu, mitra pembiayaan Kopdes yakni Bank Himbara akan menganalisis berapa kebutuhan dalam menjalankan Kopdes Merah Putih tersebut.
“Untuk anggaran langsung diserahkan ke Kopdesnya. Diskoperindag hanya melakukan pengawasan,” tuturnya.
Sementara itu, Asisten I Sekretariat Kabupaten (Setkab) Berau, M. Hendratno mengatakan, keberadaan Kopdes Merah Putih di Kabupaten Berau diharapkan tidak hanya sebagai wadah usaha, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan yang dapat membantu perekonomian masyarakat Kabupaten Berau.
Kehadiran Kopdes Merah Putih menjadi momentum untuk meningkatkan kapasitas perekonomian.
“Kami mendorong agar Kopdes ini benar-benar menjadi milik masyarakat desa dan mampu menopang perekonomian secara inklusif dan berkelanjutan,” tutupnya.
Editor: Erwin