Pembentukan kampung DRPPA ini bertujuan untuk memperkuat sinergi serta membangun komitmen untuk percepatan pelaksanaan DRPPA, termasuk meningkatkan kapasitas relawan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) di Berau.
Kepala DPPKBP3A Berau Rabiatul Islamiah menjelaskan, kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya kesadaran gender, pemberdayaan perempuan, perlindungan perempuan dan anak menjadi pemicu pembentukkan kampung DRPPA.
Program ini juga sejalan dengan arahan Kementerian PPPA dalam mendorong daerah untuk mewujudkan desa dan kampung yang responsif terhadap isu-isu perempuan dan anak.
“Kampung DRPPA bukan hanya simbol, tetapi langkah konkret agar perempuan dan anak mendapatkan ruang, perlindungan, serta partisipasi dalam pembangunan,” jelas Rabiatul saat peluncuran 25 kampung DRPPA dan Bimbingan Teknis (Bimtek) relawan SAPA di Balai Mufakat, Tanjung Redeb, Berau pagi tadi.
Selain itu, Relawan SAPA dibentuk sebagai garda terdepan di masyarakat dalam mendeteksi dan menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Dalam kesempatan ini relawan SAPA akan mendapatkan Bimtek yang bertujuan untuk memberikan pemahaman atas peran strategis sebagai garda terdepan dalam pelayanan perlindungan perempuan dan anak di tingkat masyarakat.
"Kami berharap kegiatan ini menjadi ajang membangun sinergitas untuk mewujudkan koordinasi yang efektif dalam implementasi DRPPA di Kabupaten Berau," ujar Rabiatul lagi.
Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Asisten II Setda Berau Rusnan Hefni mewakili Bupati Sri Juniarsih menyebut kenyamanan hidup bagi perempuan dan anak sebagai kelompok rentan, yang sejatinya memiliki peranan penting untuk menyukseskan program pembangunan kampung dan daerah.
Pemkab Berau juga terus memperhatikan persentase keterwakilan perempuan di pemerintahan kampung, persentase perempuan wirausaha di kampung, serta memastikan semua anak mendapatkan pengasuhan berbasis hak anak, tidak terjadi kasus kekerasan, tidak ada pekerja anak, dan tidak ada perkawinan anak.
"Realitas ini, pada akhirnya menuntut kesiapan bekal, yang dibarengi dengan peningkatan kualitas diri demi memastikan kualitas pendidikan di Berau," kata Rusnan.
Editor: Aspian Nur