Staf Teknis atau Pengawas Kepariwisataan, Andi Nursyamsi, setelah penyelesaian pembangunan trek jembatan, pihaknya kembali mengalokasikan dana sekitar Rp1,5 hingga Rp2 miliar melalui Anggaran Biaya Tambahan (ABT) Tahun 2025 untuk melanjutkan pengembangan destinasi tersebut.
Dana tersebut akan difokuskan pada pembangunan fasilitas pendukung seperti toilet, tempat ibadah, serta penambahan jalur lintasan yang lebih disempurnakan sesuai dengan standar pelayanan wisata.
“Labuan Cermin bagi kami bukan berbicara sapras yang ada lagi, tetapi bagaimana sapras yang ada betul-betul ditingkatkan kualitasnya menjadi standar wisata,” ujarnya kepada Korankaltim.com, Selasa (15/7/2025).
Bahkan, pihaknya akan menyulap Labuan Cermin lengkap dengan ornamen sesuai dengan Sapta Pesona. Termasuk menambahkan sarana wahana sepeti Glamping hingga menambah peralatan atraksi pariwisata.
Tak hanya itu, pihaknya akan membuatkan dermaga penyebrangan sekaligus jalur pintu masuk-keluar ke Labuan Cermin. Di mana, kondisi dermaga penyebrangan dianggap belum memenuhi standar pariwisata, sebab dermaga tersebut menjadi satu jalur dengan jembatan nelayan di sana.
Andi menyadari, keindahan destinasi wisata yang di miliki Kabupaten Berau begitu laur biasa. Terlebih, Pemerintah Daerah menaruh fokus untuk mengembangkan sektor pariwisata di Kabupaten Berau.
“Destinasi wisata yang ada ini sudah bagus, tinggal pembenahan saja. Setiap tahun, kami selalu usulkan, tapi kembali lagi kemampuan pemerintah daerah,” ungkapnya.
Dirinya pun berharap, Danau Labuan Cermin mendapat bantuan anggaran, baik dari pemerintah daerah maupun Pemerintah Provinsi kaltim.
Sementara itu, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas mengatakan Pemkab Berau melalui Disbudpar memberikan konsentrasi pada potensi sektor pariwisata.
Termasuk destinasi wisata Labuan Cermin. Sri Juniarsih mensupport segala kebutuhan pengembangan sektor pariwisata baik melalui anggaran maupun koordinasi lintas lini.
“Kami akan dukung. Terlebih Labuan Cermin juga destinasi idola di Biduk-Biduk,” tutupnya.
Editor: Erwin