Sebagai kabupaten yang dikenal dengan kekayaan sektor pariwisatanya, kawasan kuliner Tepian Segah dan Tepian Teratai sudah seharusnya dirawat dan dijaga kebersihannya.
Terlebih, kedua kawasan ini sudah menjadi ikon bagi masyarakat Berau dan wisatawan yang berkunjung untuk mencari berbagai kuliner khas Berau.
“Setiap malam pedagang UMKM berjualan di sini. Tidak pernah off. Jadi aksi seperti ini sangat positif,” ujar Gamalis.
Usai membersihkan kawasan Tepian Segah, Gamalis menyampaikan pesan kepada para pedagang yang berjualan di sepanjang kawasan Tepian Segah dan Tepian Teratai.
Ia terangkan, jika pedagang berjualan pasti menginginkan keuntungan maksimal. Namun, keuntungan tersebut tidak bisa didapat dengan maksimal bila kawasan berjualan seperti tempat duduk, meja dan area berjualan tidak bersih serta asri.
“Karena, pembeli itu tidak hanya sekedar makan atau minum, tapi Tepian ini sudah menjadi tempat wisata yang menarik,” ungkapnya.
Gamalis mengatakan, wisata yang kecantikannya dianugerahkan oleh alam atau wisata yang dibuat untuk dijaga kebersihan, ketertiban, keanggunan dan keindahannya.
“Itulah kawasan kuliner Tepian Segah dan Tepian Teratai yang harus dijaga keindahan dan kebersihannya,” tuturnya.
Menurutnya, tidak hanya di kawasan tepian saja, aksi bersih-bersih sampah ini, seharusnya menyasar di kawasan yang lebih luas lagi. Terutama di kawasan pinggiran sungai.
Terlebih, Pemerintah Daerah telah mendukung melalui regulasi untuk bersama-sama menjaga kebersihan Kabupaten Berau.
“Regulasi sudah ada. Fasilitas kami penuhi, tinggal kesadarannya saja. Tapi kami belum sampai di tahap sanksi, melainkan memberikan dukungan reward,” tutupnya.
Editor: Erwin