Kegiatan ini mengusung tema Beat Plastic Pollution – Atasi Polusi Plastik, menyasar sepanjang bantaran Sungai Segah, Jalan Ahmad Yani, Jalan Pulau Sambit dan Jalan Pulau Derawan, melibatkan masyarakat, komunitas, mahasiswa, ASN serta dukungan dari berbagai pihak swasta dan instansi vertikal. Bupati Berau Sri Juniarsih Mas bersama Wakil Bupati Gamalis juga hadir dalam aksi bersih-bersih ini.
Kepala DLHK Berau Mustakim Suharjana menjelaskan sampah khususnya sampah plastik di Indonesia semakin meningkat dari waktu ke waktu, tak terkecuali di Berau.
Meningkatnya jumlah penduduk, gaya hidup masyarakat semakin praktis dan konsumtif serta maraknya produk sekali pakai dalam kemasan plastik, menjadi penyebab utama sampah plastik semakin meningkat.
"Minum air dari botol plastik, makan dengan kemasan plastik, belanja pakai kantong kresek plastik bahkan membuang sampah pakai kantong plastik, tanpa disadari ternyata kita menjadi produsen sampah," ujar Mustakim kepada Korankaltim.com pagi tadi.
Di Berau sendiri sudah ada teknologi Incinerator Self Burn yaitu alat pembakar sampah rumah tangga dengan kapasitas satu ton per hari yang dipasang di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPSP) Kampung Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan.
Alat ini dapat membakar sampah menggunakan energi dari sampah itu sendiri dan tidak lagi memerlukan BBM atau listrik.
"Alat ini juga sudah memenuhi baku mutu emisi udara dan abu hasil pembakarannya bisa digunakan untuk membuat paving block," papar Mustakim.
Kebaradaan alat itu membantu pengurangan sampah di Bumi Batiwakkal, apalagi saat ini Berau telah memiliki 23 unit bank sampah, terdiri dari satu Bank Sampah Induk (BSI) dan 22 Bank Sampah Unit (BSU) dengan 13 unit aktif dan 10 tidak aktif.
Sebagai bentuk dukungan, Pemkab Berau akan memberikan apresiasi kepada bank sampah terbaik yang akan diumumkan pada puncak acara HLHS.
"Tentu ini menjadi semangat bersama untuk terus mendorong ekonomi sirkular berbasis masyarakat. Kami berharap setiap kelurahan dan kampung dapat membentuk minimal satu Bank Sampah," tutup Mustakim.
Editor: Aspian Nur