Wakil Bupati Berau Gamalis menyebut pentingnya penerapan IID sebagai upaya untuk mendorong inovasi di berbagai sektor pembangunan daerah, apalagi pemkab dituntut untuk terus melakukan pembaharuaan dalam penyelenggaraan tata kelola pemerintahan, dengan menciptakan kebijakan kreatif, inovatif dan implementatif.
"Dari inovasi ini akan menjadikan pemerintahan mampu bertahan dan bersaing di era globalisasi dalam meningkatkan kualitas layanan untuk kesejahteraan masyarakat," ujar Gamalis usai membuka acara pagi tadi.
Hasil penilaian IID Berau oleh Kemendagri pada tahun 2024 mendapatkan skor 32,37 poin, menunjukkan komitmen Pemkab Berau dalam menghadirkan inovasi daerah yang bermanfaat bagi agenda pembangunan daerah.
Karena itu Sosialisasi dan Bimtek ini dianggap penting dilakukan agar semua pihak dapat memahami betul mengenai konsep dan implementasi IID. Diharapkan Kabupaten Berau dapat menjadi salah satu daerah yang unggul dalam inovasi di tingkat nasional.
Gamalis, mengimbau semua perangkat daerah dan instansi terkait turut aktif dan berperan serta dalam mendorong inovasi demi kemajuan Kabupaten Berau ke depan.
"Saya harap, sosialisasi dan Bimtek ini dapat mendorong munculnya inovasi-inovasi baru baik dalam sektor publik, tata kelola pemerintahan, maupun inovasi lainnya dilingkup Pemkab Berau," ujar Gamalis lagi.
Dalam kegiatan tersebut juga diadakan sesi diskusi untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang konsep IID serta langkah-langkah untuk melakukan penilaian dan pengembangan inovasi di daerah. Para peserta pun diajak untuk berkolaborasi dalam merumuskan strategi inovasi yang tepat untuk Kabupaten Berau.
Sosialisasi dan Bimtek IID Tahun 2025 ini diikuti berbagai stakeholders, dihadiri pula Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapelitbang) Kabupaten Berau Endah Ernany.
Editor: Aspian Nur