Oleh karena itu, perhatian Pemkab Berau juga tertuju pada pengembangan komoditas unggulan seperti karet dan kelapa dalam, kawasan swasembada pangan, serta kawasan prioritas perdesaan.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menyampaikan bahwa melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, pemerintah daerah memberikan fokus besar pada potensi sektor pariwisata sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Menurutnya, ketergantungan pada sektor pertambangan sebagai penyumbang PAD tidak dapat diandalkan dalam jangka panjang. Dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah di Berau, pariwisata memiliki peluang besar untuk menjadi kontributor utama PAD Berau.
“Pertambangan bisa habis, tapi pariwisata bila kita jaga dan rawat tidak akan habis,” tegasnya.
Sehingga, Sri Juniarsih mendorong Disbudpar Berau untuk menggali potensi pariwisata Berau melalui pembinaan dan pendampingan.
“100 kampung dan 10 kelurahan di 13 kecamatan. Semua punya potensi dan keunggulan masing-masing. Kalau kita kelola dengan baik, maka itu bisa menjadi ladang PAD Berau,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Disbudpar Berau, Ilyas Natsir mengatakan promosi pariwisata menjadi proyek prioritas lantaran menjadi ukuran dalam naik turunnya minat pariwisata di Bumi Batiwakkal.
Menurutnya, promosi pariwisata menjadi bagian vital dalam meningkatkan minat wisata dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di Berau.
Bahkan, pihaknya telah memproyeksikan anggaran sebesar Rp5 miliar khusus untuk kegiatan promosi pariwisata pada tahun anggaran 2025. “Kami anggarkan Rp5 Miliar untuk promosi pariwisata,” pungkasnya.
Editor: Erwin