Maratua Jazz menjadi pagelaran musik jazz setiap tahun dilaksanakan di Pulau Maratua. Kali ini, musisi senior Deddy Dhukun membius dengan keindahan alunan musik jazz sehingga menghipnotis para penonton yang hadir, termasuk Gamalis.
Tak hanya itu, pada malam penutupan, tampak hadir menikmati musik, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, H. Husin Jufri dan Syarifatul Syadiah, anggota DPRD Berau, perwakilan dari Kementerian Pariwisata dan Otorita IKN, Linda Apriani, serta jajaran pejabat Pemkab Berau.
Bahkan, wisatawan dari mancanegara tampak hadir menikmati suasana malam Maratua dengan penampilan musisi musik jazz.
Founder MJDF, Agus Setiawan, mengatakan kegiatan MJDF tahun ini, tak hanya diwarnai oleh musik dan alam, tetapi juga oleh peran aktif anak-anak muda dalam gerakan voluntourism.
Puluhan relawan terlibat, menyumbangkan ide-ide segar demi pengembangan festival yang berkelanjutan.
“Mereka datang dari berbagai penjuru, tak hanya dari Tanjung Redeb dan Maratua, tetapi juga dari Jakarta, Surabaya hingga Samarinda. Ini membuktikan bahwa semangat menjaga dan merayakan Maratua adalah milik bersama,” ungkapnya.
Lebih dari Sekadar Festival, Maratua Jazz Hadirkan Aksi Nyata untuk Bumi dan Budaya. Tak hanya menyuguhkan musik, MJDF 2025 juga menghadirkan beragam kegiatan inspiratif.
Terdapat cooking show, masakan khas Maratua yang menggugah selera yakni Balelo, cita rasa laut yang tak terlupa.
Festival ini juga menjadi wadah berbagi dan peduli mulai dari donasi buku, coastal cleanup di Desa Payung-Payung, adopsi karang, hingga dialog terbuka tentang pariwisata berkelanjutan.
“Semua dilakukan dengan semangat kolaborasi demi masa depan yang lestari,” terangnya.
Sementara itu, Wabup Berau, Gamalis menyampaikan rasa syukur dan bangga atas keberhasilan pelaksanaan Maratua Jazz ke-8 ini.
“Meski sempat terhenti dua tahun akibat pandemi, kini kita kembali merayakan keindahan musik dan keindahan alam dalam satu kemasan luar biasa,” ungkap Gamalis.
Sebagai penggemar musik, Gamalis memberikan apresiasi tinggi kepada para inisiator dan panitia pelaksana, termasuk Warta Jazz, promotor, dan seluruh pihak yang telah menyukseskan gelaran tahun ini.
Tak lupa, dirinya juga menyambut hangat kehadiran para musisi berbakat yang telah tampil dan wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri, yang telah berpartisipasi dan turut membangun citra positif Pulau Maratua sebagai destinasi wisata unggulan di Kaltim.
“MJDF 2025 ini bukan hanya menjadi panggung hiburan, tapi juga ajang promosi pariwisata yang efektif,” tuturnya.
Secara terpisah, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas mengatakan bahwa Kabupaten Berau termasuk dalam Kawasan Strategi Pariwisata Nasional.Menjadi Destinasi Pariwisata Prioritas Nasional, dan tercatat memiliki 12 kampung wisata, 276 daya tarik wisata termasuk alam, buatan, budaya di darat dan di laut serta 10 destinasi wisata unggulan, salah satunya Pulau Maratua.
Pulau Maratua adalah satu di antara gugusan pulau indah di lautan Bumi Batiwakkal. Pulau Maratua, Derawan, Sangalaki dan Kakaban bak permata raksasa yang sungguh mempesona, yang menyimpan beragam rupa kekayaan alam bawah laut, yang tidak banyak dijumpai di dunia.
“Inilah pulau paling utara di Nusantara, yang keberadaannya patut kita syukuri dengan mengelola dan menjaga kelestariannya dengan sebaik-baiknya,” imbuhnya.
Pemerintah daerah memiliki komitmen untuk memaksimalkan potensi kekayaan panorama surga alam Kabupaten Berau.
Hal ini tercermin dalam salah satu misi Pemerintah Daerah yaitu program peningkatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha berbasis pariwisata dan kearifan lokal.
“Saya mengapresiasi pelaksanaan MJDF 2025 ini. Satu pesan saya, untuk selalu menjaga kebersihan dan ketertiban demi kenyamanan bersama demi keindahan Pulau Maratua kita,” pesannya.
Editor: Erwin