Selain disebabkan oleh air banjir itu sendiri, kurang minum air putih dan pola makan tidak teratur menjadi pemicu timbulnya penyakit diare.
“Termasuk sulit mendapatkan air bersih saat banjir menjadi faktor juga. Ini yang jadi perhatian kami,” kata Lamlay, Kamis (29/5/2025).
Selain itu diare, penyakit demam berdarah dari jentik nyamuk yang bertumbuh di genangan air pasca banjir juga mengintai masyarakat di wilayah terdampak.
Bahkan, nyamuk yang menyebarkan penyakit malaria juga berpotensi berkembang biak pada daratan dengan kondisi lembab dan memiliki genangan air di sekitar rumah penduduk.
Peralihan pasca bencana banjir juga memiliki potensi timbulnya penyakit lainnya. Hal ini bisa disebabkan karena warga kesulitan mengakses air bersih, baik dikonsumsi maupun untuk Mandi Cuci Kakus (MCK).
“Kami akan menerjunkan surveilans khusus yang melakukan pemantauan di lokasi banjir ini,” terangnya.
Saat ini, para petugas tengah dikerahkan untuk melakukan pendataan penyakit yang diderita oleh warga kampung yang kebanjiran.
Pihaknya melibatkan petugas dari Dinkes Berau dan petugas puskesmas induk di kecamatan.
“Kami sambil mendata semua, untuk segera kita tindak lanjuti,” pungkasnya
Secara terpisah, Wakil Bupati (Wabup) Berau, Gamalis mengatakan hal yang sama. Setelah melihat kondisi masyarakat di lima kampung Kecamatan Segah, dirinya menilai masyarakat di sana sangat membutuhkan bantuan, baik sandang pangan dan pelayanan medis.
Bahkan, beberapa masyarakat yang harus bergantian pakaian karena ketidakadaan lagi sandang, begitu juga dengan pangan.
“Banjir begitu mendadak. Kalau menurut sesepuh desa, banjir ini yang paling besar. Sehingga, masyarakat tidak sempat menyelamatkan barang-barang kecuali barang berharga seperti surat-surat dan lain sebagainya,” jelas Gamalis.
Kondisi ini menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau, terutama untuk memenuhi kebutuhan sandang dan pangan termasuk air bersih masyarakat terdampak banjir.
Tidak kalah pentingnya adalah kebutuhan terkait oleh medis seperti alat kesehatan, obat-obatan dan sebagainya sangat diperlukan.
Gamalis menyadari, usai banjir menerpa maka masyarakat akan dihantui dengan beragam penyakit, seperti diare, penyakit kulit dan sebagainya.
“Kita terus berkoordinasi dengan pihak kesehatan serta seluruh pihak OPD. Termasuk pihak ketiga untuk menyalurkan bantuan kepada korban banjir,” tutupnya.
Editor: Erwin