Adalah Taman Kanak-Kanak Negeri (TKN) Pembina Gunung Tabur yang mengharumkan nama Bumi Batiwakkal lewat raihan penghargaan sebagai Satuan Pendidikan Ramah Anak Terstandardisasi dan Menjadi Rujukan Nasional Tahun 2024 di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Jalan Gajah Mada Samarinda pada Selasa (29/4/2025) hari ini.
Penghargaan diserahkan langsung Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji yang diterima oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Berau, Rabiatul Islamiah mewakili TKN Pembina Gunung Tabur.
Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak DPPKBP3A Berau Mulyati Syafariah menjelaskan, TKN Pembina Gunung Tabur menerima sertifikat sekolah ramah anak dan menjadi TKN pembina pertama di Berau yang memiliki sertifikat Sekolah Ramah Anak (SRA).
Pencapaian ini menurutnya perlu di apresiasi oleh semua pihak dan membuktikan kalau Berau juga bisa mendapatkan sertifikat SRA dari Kementrian PPPA.
"Kami dari DPPKBP3A Berau ikut bangga dan berharap sekolah-sekolah yang lain bisa mengikuti prestasi yang telah dicapai TKN Pembina Gunung Tabur," ujar Mulyati kepada Korankaltim.com hari ini.
Berbagai dorongan telah diberikan oleh DPPKBP3A Berau, diantaranya dengan mengadakan bimbingan, kunjungan kelapangan dan evaluasi serta pendampingan untuk melihat hal-hal yang perlu diperbaiki, ditambahkan, dievaluasi agar memenuhi syarat untuk mengikuti seleksi sertifikasi SRA tingkat nasional.
Berbagai upaya sudah dilakukan DPPKBP3A Berau agar TKN maupun sekolah lainnya bisa disertifikasi, seperti mengadakan sosialisasi SRA.
"Termasuk bagi gedung-gedung yang ada rehab. Sekolah bisa membuat bangunan ataupun sarana lainnya sesuai dengan standar SRA. Yang paling penting meningkatkan peran sekolah, orangtua dan murid untuk menciptakan suasana sekolah yang aman, jauh dari kekerasan sesuai standar SRA, dimana muridnya merasa betah, aman dan nyaman berada di sekolah," paparnya.
Penghargaan yang telah diberikan kepada TKN Pembina Gunung Tabur yang berada di Jalan Ramania, Karang Ambun, Tanjung Redeb ini diharapkan bisa dipertahankan dan bisa menjadi percontohan bagi sekolah lainnya, untuk belajar tentang bagaimana agar sekolah yang lain bisa mendapatkan sertifikasi SRA.
"Semoga sekolah-sekolah lain bisa menjadikan percontohan atas prestasi TKN Pembina Gunung Tabur," pungkas Mulyati.
Editor: Aspian Nur