Hal itu diketahui melalui kegiatan advokasi Penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) kepada pengurus SSK yang berlangsung di Ruang Sangalaki Kantor Bupati Berau, Tanjung Redeb Senin (28/4/2025) hari ini.
Kepala DPPKBP3A Berau Rabiatul Islamiah menjelaskan, berdasarkan aplikasi Sistem Monitoring dan Evakuasi Pendidikan Kependudukan (Simonevpenduk) versi 2, ada 6 sekolah yang sudah terdaftar, 7 sekolah status dasar dan 11 sekolah status paripurna.
"Masih masih 21 sekolah yang belum update diaplikasi versi terbaru," jelas Rabiatul kepada Korankaltim.com disela kegiatan.
Terbentuknya SKK di Bumi Batiwakkal bertujuan untuk memberikan pemahaman sejak dini terkait masalah kependudukan agar generasi muda khususnya pelajar memahami dampak dari pertumbuhan penduduk dan isu kependudukan lainnya.
"Pemahaman kependudukan disalurkan melalui koleksi buku digital dan cetak yang disimpan di pojok kependudukan di masing-masing sekolah," katanya lagi.
SKK sendiri merupakan sekolah yang mengintegrasikan pendidikan kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga ke dalam mata pelajaran atau muatan lokal. Selain itu DPPKBP3A Berau sudah memberikan sejumlah dukungan kepada SSK yang telah mencapai status paripurna dengan menyediakan koleksi kependudukan guna meningkatkan literasi.
Melalui SKK, DPPKBP3A Berau berharap dapat menjadikan generasi muda sebagai agen perubahan dan membentuk jiwa kepedulian terdahap isu kependudukan.
Pogram literasi kependudukan ini diakuinya merupakan hasil kerjasama pihaknya dengan Asosiasi Tenaga Perpustakaan Sekolah Indonesia (ATPUSI) Berau.
“Harapannya dapat membentuk perilaku yang bertanggung jawab dan ikut dalam peningkatan kualitas hidup di masyarakat,” sebut Rabiatul.
Terpisah, Wakil Bupati Berau Gamalis mengatakan SSK ini penting diterapkan dalam upaya menumbuhkan kesadaran gizi, cinta lingkungan, anti-bullying, anti pernikahan dini, penyalahgunaan narkoba hingga persoalan kenakalan remaja yang begitu kompleks.
Kehadiran SKK diharapkan dapat mengintegrasikan pendidikan kependudukan dan keluarga berencana kedalam beberapa mata pelajaran sebagai materi pembelajaran. Bahkan setiap sekolah di Kabupaten Berau diwajibkan untuk memiliki pojok kependudukan sebagai salah satu sumber belajar peserta didik.
"Kualitas SDM merupakan aspek yang sangat, penting dalam proses pembangunan suatu daerah. Dan, salah satu peningkatan kualitas SDM adalah melalui pengembangan kualitas di sektor pendidikan, dalam hal ini SSK," ujar Gamalis.
Dengan adanya SSK diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa akan dampak penduduk yang tidak terkendali sehingga mereka bisa berperan serta dalam meningkatkan usia nikah pertama serta meningkatnya kualitas kesehatan reproduksinya.
"Ini inovasi bagus. Penting generasi muda khususnya pelajar memahami pentingnya isu kependudukan saat ini," pungkas Gamalis.
Editor: Aspian Nur