Salah satu sosok inspiratif adalah Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, yang menjadi bukti bahwa perempuan mampu mengambil peran strategis dalam pengambilan keputusan publik.
Sri Juniarsih Mas kini memimpin Kabupaten Berau untuk kedua kalinya, menjadikannya sebagai figur sentral dalam mencerminkan kesetaraan gender di Bumi Batiwakkal.
Tak hanya dirinya, hampir 30 persen jabatan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemkab Berau juga diemban oleh perempuan. Ini menandakan semakin terbukanya ruang kepemimpinan bagi kaum perempuan di level pemerintahan daerah.
Seperti pemimpin perempuan saat ini, Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapelitbang) Berau, Endah Ernany, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Berau, Rabiatul Islamiah, Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Berau, Lita Handini dan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, Lamlay Sarie.
Kemudian, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Berau, Eva Yunita, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau, Tentram Rahayu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Berau, Sri Eka Takariyati, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Berau, Mardiatul Idalisah dan Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Berau, Maulidiyah.
“Ini menunjukkan, bahwa Berau telah banyak melahirkan kaum perempuan inspiratif diberbagai bidang dan sampai hari ini terus berjuang untuk mengangkat derajat serta mewujudkan kesetaraan hidup perempuan,” ujar Sri Juniarsih, Senin (21/4/2025).
Peran dan tanggung jawab perempuan tidaklah mudah. Sebagai kaum perempuan diperlukan multitasking atau mampu bekerja beberapa tugas dalam satu waktu. Seperti dirinya, saat di luar rumah, Sri Juniarsih menjadi kepala daerah untuk menahkodai kurang lebih 288.943 jiwa masyarakat Kabupaten Berau.
Namun, setibanya di rumah, maka Sri Juniarsih kembali menjalankan perannya sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT) bagi keluarga serta anak-anaknya.
“Sebenarnya, tugas perempuan itu tidak bisa dibayar. Mulai dari hamil hingga melahirkan seorang anak, mengasuh anak, membesarkan anak hingga mengurus semua keperluan rumah tangga sembari menjalani tugas negara. Semua itu mahal kalau dibayarkan,” tegasnya.
Sehingga, Sri Juniarsih berharap, para perempuan dapat terus mengobarkan semangat Ibu Kartini di Kabupaten Berau dalam berbagai sendi kehidupan.
Sebab, kehadiran kaum perempuan dalam pembangunan daerah kiranya telah terbukti memberikan sumbangsih yang berarti dalam meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan keluarga.
Selaras dengan itu, maka perempuan sebagai salah satu kunci ketahanan keluarga, harus bangkit dan mampu menempatkan dirinya sebagai garda terdepan dalam menciptakan generasi yang cerdas, andal, dan berakhlakul karimah di era modernisasi ini.
Pemkab Berau senantiasa mendukung eksistensi kaum-kaum perempuan di berbagai bidang. Serta mensupport kegiatan-kegiatan pemberdayaan dan pendidikan dalam rangka mewujudkan kaum perempuan yang terdidik, mandiri, dan sejahtera.
“Dengan adanya kegiatan yang melibatkan kaum perempuan, tentu akan membangkitkan motivasi kaum perempuan di Kabupaten Berau untuk menjadi contoh teladan yang senantiasa berupaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan agar nantinya mampu berperan nyata dalam pembangunan daerah,” tutupnya.
Editor: Erwin