Kunjungan ini didampingi langsung Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas dan Wakil Bupati Berau, Gamalis.
Hasil peninjauan, Seno Aji mengatakan harga bahan pokok di PSAD relatif stabil. Menurutnya, kenaikan harga seperti cabe, telur dan daging menjelang Ramadan masih dalam taraf kewajaran.
“Seperti cabe yang naiknya tidak banyak, hanya Rp10 ribu. Saya pikir itu masih dalam taraf kewajaran dan saya lihat sekarang sudah mulai turun,” ujarnya usai mengunjungi setiap pedagang di PSAD.
Menurutnya, pasokan bahan pokok hingga lebaran mendatang masih kategori aman dan tercukupi. Namun, dirinya menyanyangkan pemasok kebutuhan bahan pokok di Berau masih bergantung dari luar yakni pulau Jawa atau Sulawesi.
“Kalau suplai untuk Berau masih kurang. Jadi pedangan disini masih membutuhkan bantuan dari luar,” jelasnya.
Hal ini akan berpengaruh pada kemandirian pangan di Berau. Terlebih, program Makan Bergizi Gratis (MBG) sampai saat ini belum terealisasikan di Berau.
Sehingga, ini akan menjadi tantangan Pemerintah Daerah untuk menumbuhkan kemandirian pangan di Bumi Batiwakkal.
“Terlebih akan ada program MBG, kita wajib menumbuhkan kemandirian pangan,” tegasnya.
Sudah seharusnya, pemerintah daerah memberdayakan petani, peternak dan nelayan lokal agar bisa menggali potensi daerah masing-masing.
Tak hanya itu, sebelum program MBG di Berau berjalan, Pemerintah Provinsi Kaltim akan membuat komintmen dengan para pemasok lokal agar menggunakan bahan pokok lokal untuk pemenuhan bahan MBG.
Rencananya, program MBG di Berau akan dimulai dari wilayah pesisir selatan Berau yakni daerah Kecamatan Biduk-Biduk kemudian masuk ke 13 kecamatan lainnya.
“Alasannya, karena ingin melihat suasana dari terluar dulu. Yang pasti kita minta MBG ini pemasoknya pakai produk lokal,” tutupnya.
Editor: Erwin