Diketahui, pada 21 Februari 2025 lalu, sekitar pukul 03.15 Wita dan menghanguskan 14 rumah di Jalan Milono, Gang Husada, Tanjung Redeb.
Kepala DPPKBP3A Berau, Rabiatul Islamiah menyadari bahwa musibah kebakaran tidak hanya memberikan dampak finansial bagi korban, tetapi juga menimbulkan trauma, terutama bagi anak-anak yang menjadi korban.
Oleh karena itu, melalui Puspaga, pihaknya menyediakan layanan terbuka serta dukungan psikososial bagi korban bencana kebakaran di posko bantuan. Selain memberikan layanan pendampingan psikososial, mereka juga menyalurkan bantuan berupa sembako dan makanan kepada para korban.
“Disamping kita berikan bantuan, kami juga berikan pendampingan. Baik itu untuk ibu-ibu dan anak-anak yang mengalami trauma dampak bencana ini,” jelasnya.
Pelayanan pendampingan psikososial ini, dilaksanakan selama satu hari dengan mendatangkan psikologi maupun konselor atau penyuluh profesional.
Jika, para korban merasa masih membutuhkan pendampingan psikososial, maka pihaknya akan melanjutkan pelayanan hingga keesokkan harinya.
“Hari ini kita lihat dulu. Kalau trauma mereka selesai sampai hari ini, ya sudah. Tapi, kalau memang diperlukan berkelanjutan, kami lakukan pendampingan sampai traumanya hilang,” ungkapnya.
Melihat antusias anak-anak yang mengikuti dalam pelayanan ini, memberikan makna bahwa akibat musibah kebakaran seperti ini, anak-anak bisa mendapatkan rasa trauma. Jika, tidak ditangani dengan segera, pihaknya khawatirkan akan berpengaruh pada kelanjutan hidup ke depannya.
“Yang hadir sekitar 36 anak. Baik dari tingkat TK, SD, SMP sampai mahasiswa,” tuturnya.
Bahkan, selain mengaharapkan bantuan makanan dan sembako, anak-anak yang menjadi korban kebakaran meminta bantuan berupa alat tulis, baju sekolah dan peralatan sekolah lainnya.
Hal ini menandakan, keinginan mereka untuk kembali belajar ke sekolah tetap ada, walau hampir seluruh peralatan dan baju-baju sekolah mereka hangus terbakar.
“Selanjutnya kita bantu mengumpulkan bantuan berupa buku-buku dan perlengkapan sekolah. Bagi yang ingin membantu silahkan, kita sudah data anak-anak yang berdampak,” tutupnya.
Editor: Erwin