Kepala Dinas Pangan Berau Rakhmadi Pasarakan menjelaskan, Gerakan Pangan Murah sudah menjadi kegiatan rutin sebelum memasuki bulan suci Ramadan.
Mereka menggandeng Badan Urusan Logistik (Bulog) Berau, pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) serta Kelompok Wanita Tani (KWT) binaan Dinas Pangan Berau.
Adapun komoditas yang disalurkan melalui Bulog Berau sebagai agen akan menyediakan bahan pokok seperti beras premium, minyak goreng, gula dan daging. Kemudian, bawang merah dan bawang putih dari distributor dan telur dari Perusda Bakti Praja. "Kalau Gerakan Pangan Lokal seperti sayuran itu di salurkan dari KWT binaan kami. Ada ikan juga dari tambak ikan Borneo, " ujar Rakhmadi.
Selama ini KWT binaan Dinas Pangan berkontribusi aktif di setiap kegiatan Gerakan Pangan Lokal yang pihaknya gelar. KWT yang terlibat diantaranya KWT Anggrek Ungu Gunung Tabur, KWT Makmur Jaya, KWT Margo Trans dan Berkah Jaya Sukan Tengah.
Gerakan Pangan Lokal ini bertujuan membantu masyarakat untuk mendapatkan komoditas pangan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Selama Gerakan Pangan Murah, harga jual komoditas bahan pokok akan jauh lebih murah. Mulai dari berau premium 10 kg harga Rp145 Ribu, minyak goreng 1 liter dan gula 1 kilogram dengan harga masing-masing Rp19 Ribu, daging sapi satu kilogram seharga Rp125 Ribu.
Bawang merah dijual seharga Rp35 Ribu perkilo, bawang putih Rp43 Ribu perkilo dan telur dengan harga Rp58 Ribu, termasuk aneka sayuran segar dan aneka produk olahan pangan lainnya.
Pada kesempatan itu KWT akan memasarkan produk yang mereka tanam yang konsentrasinya selama ini yakni sayur-sayuran. Ada juga diantara anggota kelompok yang mengolah pangan lokalnya menjadi makanan jadi.
Diharapkan melalui kegiatan ini kebutuhan pokok masyarakat ditengah lonjakkan harga beras, gula dan kebutuhan lainnya cukup mahal dapat terbantu.
Editor: Aspian Nur