Berada diujung Kabupaten Berau, Kecamatan Maratua dikelilingi laut yang indah dengan 4 kampung diantaranya Kampung Bohe Silian, Payung-Payung, Teluk Alulu dan Teluk Harapan.
Dengan perhatian dari pemerintah daerah, Kecamatan Maratua terus berkembang melalui peningkatan infrastruktur penunjang ekonomi masyarakat.
Karena berada di pulau terluar Bumi Batiwakkal, Maratua kerap mengalami kondisi yang tidak terduga. Seperti beberapa waktu lalu, wilayah Kecamatan Maratua diterpa angin puting beliung yang menyebabkan Kantor Kecamatan Maratua mengalami kerusakan parah.
Untuk itu, Camat Maratua, Ariyanto meminta agar Kantor Kecamatan Maratua dapat segera dilakukan perbaikan total. Sebab, hampir seluruh bagian kantor sudah tidak bisa digunakan.
Bahkan, seusai kejadian, pihaknya hanya melaksanakan pelayanan dari rumah masing-masing agar pelayanan masyarakat tetap berjalan maksimal.
“Oleh sebab itu, kami memohon kepada pemerintah daerah sekitarnya dapat segera di tindaklanjuti,” pintanya saat Musrenbang di Pendopo Kecamatan Maratua.
Tak hanya itu, sebagai destinasi wisata Berau, Maratua kerap kali mengalami kesulitan jaringan internet. Bahkan, program yang wifi gratis tidak bisa dirasakan 4 kampung lain.
“Karena sentranya ada di Kecamatan Maratua,” ungkapnya.
Termasuk, pembangunan Tempat Pembuangan Sampah (TPS). “Kami sudah ada lahannya dan tidak ada masalah tinggal pembangunannya saja,” tuturnya.
Sektor lainnya yang tidak kalah prioritas ialah pemenuhan kebutuhan di sektor pendidikan. Pasalnya, sektor pendidikan di Maratua dan sekitarnya masih terbilang minim.
“Kami juga minta, pendidikan di Maratua ditingkatkan. Terutama penambahan ruang belajar,” tandasnya.
Sementara itu, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas mengatakan, pada tahun anggaran 2025, pemerintah daerah telah merencanakan kegiatan pembangunan infrastruktur di wilayah Kecamatan Maratua.
Mulai dari, Jalur utara Maratua ke kampung Teluk Alulu, pembangunan kawasan wisata Maratua, pengadaan Penerangan Jalan Umum (PJU), pembangunan Dermaga Apung, Pelabuhan Maratua dan rehab Kantor Kecamatan Maratua.
“Untuk kantor camat, kita bakal membangunkan gedung pelayanan terpadu. Jadi, pelayanan masyarakat akan terpusat di satu tempat,” ucapnya.
Saat ini, rencana itu telah proses pembelian lahan oleh Pemerintah Daerah. Berdasarkan informasi Camat Maratua, lahan untuk gedung pelayanan terpadu telah disiapkan dengan luasan kurang lebih 5 hektar.
“Pelayanan di kantor camat, KUA dan pelayanan lainnya akan disatukan di satu gedung itu,” jelasnya.
Kemudian, untuk sarana air bersih. Akan ada pembangunan Soam Maratua di Kampung Payung-Payung, rebah Rumah dinas, pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) hingga pembangunan TPS.
“Tahun ini. Ada sekitar 60 PJU yang akan di pasang di Maratua, termasuk infrastruktur lainnya,” ungkapnya.
Terkait pengelolaan sampah, Sri Juniarsih menekankan, bahwa pengelolaan sampah bukan hanya tanggungjawab pemerintah saja. Menurutnya, diperlukan kontribusi masyarakat sekitar agar paham pentingnya pengelolaan sampah yang baik.
Bahkan, ia menyarankan kepada Tim PKK Kampung setempat untuk membina warga sekitar terkait pemilahan sampah berdasarkan jenis agar bisa diolah sesuai manfaatnya.
“Sebagai tempat destinasi wisata unggulan, saya tidak mau persoalan sampah masih menjadi topik pembahasan di Musrenbang tahun depan. Termasuk pendidikan,” tutupnya.
Editor: Erwin