Dari semua usalan tersebut, Camat Pulau Derawan Samsudin Amba menyampaikan kondisi Kecamatan Pulau Derawan yang sampai saat ini belum mendapatkan sambungan air bersih.
Masyarakat Kecamatan Pulau Derawan khusunya di Kampung Tanjung Batu selama ini hanya mengandalkan sumber air bor dan air hujan. "Kami minta bisa dipasangkan pipa dari Kampung Merancang ke Kecamatan Pulau Derawan karena air bersih belum kami rasakan sampai sekarang," kata Samsudin kepada Korankaltim.com di Pendopo Kecamatan Pulau Derawan, Sabtu (22/2/2025).
Selain itu dihadapan kepala daerah menyampaikan poin-poin usulan prioritas yang dibutuhkan saat ini, mulai pembangunan ruang kelas di SD Negeri Tanjung Batu dan Kasai juga pembangunan pagar SMP di Kampung Kasai karena selama ini hanya ada gerbang tetapi tidak berpagar.
Tak hanya itu, sebagai pintu masuk destinasi wisata unggulan di Bumi Batiwakkal, Samsudin meminta lanjutan kegiatan Tracking Magrove yang ada di Kampung Tanjung Batu. "Termasuk rehab rumdis (rumah dinas) kecamatan yang kondisinya sudah tenggelam dengan jalan. Kalau tidak bisa di realisasikan tahun ini paling tidak masuk diusulan kami," harapnya.
Menanggapi hal itu, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas saat dikonfirmasi terpisah mengatakan Kecamatan Pulau Derawan merupakan aset pariwisata daerah yang perlu dirawat, namun tanggungjawab itu bukan hanya milik pemerintah daerah, kecamatan atau kampung saja, melainkan masyarakat sekitar.
"Orang lebih mengenal Pulau Derawan dari pada Berau, itu artinya Pulau Derawan termasuk aset potensi yang luar biasa untuk di jaga," kata Sri.
Apalagi Kecamatan Pulau Derawan telah memiliki Gedung Tourism Information Center (TIC) yang menghabiskan anggaran kurang lebih Rp5 Miliar melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dan APBD Pemerintah Kabupaten Berau yang diharapkan dapat mendukung promosi pariwisata di Kabupaten Berau.
"Ini sudah strategis. Wisatawan yang datang atau pulang dari Pulau Derawan bisa mampir melihat-lihat hasil cinderamata dari potensi-potensi kampung," jelasnya.
Sri optimistis kalau potensi kampung dapat dimanfaatkan dengan maksimal, maka dapat membantu pemerintah kampung mendapatkan pendapatan asli kamlung (PAK) yang bertujuan untuk menjadikan kampung lebih mandiri. "Jangan sampai infrastruktur sudah dibangunkan tapi tidak menghasilkan perputatan ekonomi yang maksimal," tutupnya.
Editor: Aspian Nur