Beberapa persoalan penting seperti penanggulangan sampah, perbaikan jalan, drainase dan penanganan banjir masih menjadi tantangan kompleks yang harus diatasi.
Hal ini terbukti dari 663 usulan yang disampaikan dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Tanjung Redeb tahun 2025, yang digelar di Pendopo Kecamatan Tanjung Redeb pada Kamis (20/2/2025).
Camat Tanjung Redeb, Toto Marjito mengatakan, hampir seluruh wilayah Kecamatan Tanjung Redeb peningkatan drainase telah berjalan baik. Tetapi, masih ada sisi kelurahan yang mengalami banjir hingga harus meliburkan anak-anak sekolah karena banjir.
Hal itu, dikarenakan hampir disetiap sisi jalan, baik jalan-jalan yang memiliki drainase besar maupun kecil terdapat endapan lumpur, sampah dan rumput yang pada akhirnya mengakibatkan banjir.
Tidak hanya itu, hampir semua usulan yang disampai oleh enam kelurahan se-Kecamatan Tanjung Redeb, hampir seluruhnya mengeluhkan persoalan drainase, pengelolaan sampah, masih kurangnya penerangan jalan umum (PJU) dan penanganan banjir.
Melalui Musrenbang tingkat kecamatan, semua usulan prioritas dari enam kelurahan diinginkan dapat direalisasikan oleh Pemkab Berau.
“Walaupun belum bisa teralisasi. Paling tidak bisa diwujudkan melalui Pokok Pikiran (Pokir) DPRD sesuai dapil yang ada di Tanjung Redeb,” ungkapnya.
Selain itu, dirinya berharap setiap kegiatan Reses, para anggota DPRD Berau dapat melibatkan pemerintah camat, lurah hingga forum RT untuk menyampaikan aspirasinya.
“Kami harap, apa yang sudah kami usulkan dalam skala prioritas dapat diwujudkan oleh pemerintah daerah,” tandasnya.
Sementara itu, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas mengatakan, pada tahun 2025 ini peningkatan infrastruktur yang masuk dalam wilayah Kecamatan Tanjung Redeb telah masuk dalam Rencana Kerja (Renja) OPD terkait.
Mulai dari, revitalisasi, peningkatan jalan dan drainase hingga lanjutan pembangunan tahun sebelumnya. “Sehingga saya meminta usulan prioritas yang masuk dalam OPD harus direalisasikan. Termasuk penanganan drainase dan banjir,” tuturnya.
Sri Juniarsih menyadari, persoalan banjir dan sampah masih menghantui wajah Kota Berau. Hal ini masih menjadi pekerjaan rumah Pemkab Berau untuk terus mempercantik wajah kota.
“Karena, Kecamatan Tanjung Redeb ini wajah pertama Berau. Ketika ada wisatawan yang masuk ke Berau, hal pertama dilihat adalah Tanjung Redeb. Jadi saya minta banjir dan sampah ini bisa rampung,” tegasnya.
Menurut Sri, drainase yang tersumbat akibat tumpukkan sampah, lumpur atau rumput akan menimbulkan luapan air yang tidak mengalir dengan baik, sehingga pada saat turun hujan dengan durasi yang cukup deras akan menimbulkan genangan air hingga banjir ke jalan.
Ia mengingatkan, kepada OPD terkait agar segera menangani persoalan ini, dan kepada forum RT atau seluruh Ketua RT untuk segera menindaklanjuti.
Tak hanya itu, sebagai dukungan kepada sektor pariwisata di Kecamatan Tanjung Redeb, Pemkab Berau telah berencana untuk membangun UMKM Center yang berada di Kelurahan Sei Bedungun.
“Kita harus sadar. Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Berau tidak bisa hanya dari pertambangan saja. Jadi, saya minta sektor patiwisata di Tanjung Redeb harus dikembangkan,” tutupnya.
Editor: Erwin