Musrenbang yang digelar di Pendopo Kecamatan Gunung Tabur itu dihadiri Bupati Berau Sri Juniarsih Mas, Wakil Bupati Berau, Gamalis, Ketua DPRD Berau Dedy Okto Noryanto serta seluruh Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Berau.
Camat Gunung Tabur Lutfi Hidayat mengatakan, dorongan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau dalam pembangunan infrastruktur ekonomi di kecamatan yang dipimpinnya terlihat lebih berkembang dibanding tahun sebelumnya, karena itu melalui Musrenbang dirinya hanya meminta penguatan infrastruktur, termasuk pelayanan kesehatan, pendidikan dan pelayanan air bersih.
"Dari seluruh usulan kami yang tidak tersentuh Pemerintah Daerah, kami harap bisa direalisasikan melalui jalur Pokok Pikiran (Pokir) DPRD," ujar Lutfi.
Termasuk perusahaan-perusahaan lingkar Kecamatan Gunung Tabur untuk mengambil peran membangun perkembangan perekonomian melalui CSR perusahaan.
"Kami berharap, kegiatan rutin yang hampir setiap tahun dilaksanakan usulan yang kami sampaikan dapat direalisasikan," paparnya.
Sementara Sri Juniarsih Mas mengatakan pemkab terus mendorong peningkatan kemajuan yang mana di tahun 2025 di Gunung Tabur akan dilaksanakan peningkatan infrastruktur jalan dan drainase untuk menunjang perekonomian 10 kampung dan 1 kelurahan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau.
Diantaranya lanjutan revitalisasi sungai untuk Keluruhan Gunung Tabur, Maluang dan Sambakungan. Kemudian, perbaikan jalan pendekat Jembatan Kampung Pulau Besing dab revitalisasi drainase kawasan permukiman, peningkatan jalan permukiman dan pembangunan jalan permukiman.
Melihat perkembangan yang ada di Kecamatan Gunung Tabur begitu signifikan. Namun, ketika infrastruktur tidak dirawat dengan sebaik mungkin, maka dorongan yang diberikan oleh Pemkab Berau tidam dapat memberikan manfaat yang maksimal.
"Banyak kegiatan yang dilakukan untuk kampung dan kelurahan di Gunung Tabur. Jadi, saya minta potensi yang sudah dianggarkan oleh Pemerintah Daerah di jaga," pesannya.
Sri Juniarsih optimis jika potensi kampung dimanfaatkan dengan maksimal, maka akan membantu pemerintah kampung mendapatkan pendapatan asli kamlung (PAK) yang bertujuan untuk menjadikan kampung lebih mandiri.
"Jangan sampai infrastruktur sudah dibangunkan tapi tidak menghasilkan perputaran ekonomi yang maksimal," ucap Sri.
Editor: Aspian Nur