Kejadian longsor itu terjadi pada Senin (20/1/2025) pagi dan mengakibatkan aktivitas lalu lintas yang menghubungkan Kampung Inaran, Pegat Bukur dan Bena Baru terganggu.
Didampingi, Jabatan Fungsional (Jafung) Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Charles Andi Lolo dan Jafung Teknik Jalan dan Jembatan Muda, yang juga bagian Tim Reaksi Cepat (TRC) DPUPR Berau, Eko Dadi, Gamalis mengarahkan untuk melakukan langkah jangka pendek.
Dengan kondisi seperti ini, perlu dilakukan tindakan cepat yakni membuat jalan timbunan pada jalan yang longsor.
“Tadinya mau dipasang Jembatan Bailey, tapi melihat pondasi tempat dudukannya tidak memungkinkan, jadi kami buat solusi lain dengan menimbun jalan yang longsor,” jelas Gamalis usai meninjau kondisi jalan, Rabu (22/1/2025).
Kemudian, solusi jangka panjang akan diserahkan kepada DPUPR yang berencana akan membangun dinding penahan tanah atau retaining wall.
“Sementara kita timbun dulu sambil mempersiapkan solusi jangka panjangnya. Dan kami sudah berkoordinasi dengan pihak PT SBE (Supra Bara Energi) untuk lakukan solusi jangka,” tandasnya.
Sementara itu, Jafung Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan, DPUPR Berau, Charles Andi Lolo menjelaskan, kondisi jalan utama penghubung tiga kampung tersebut telah mengalami tiga tahapan penurunan jalan. Berawal dari penurunan 20 Cm, kemudian menjadi 30-60 Cm dan sekarang sudang mencapai 80 Cm – 1 meter.
Walau proyek yang berjalan dari tahun 2019, kondisi badan jalan masih terlihat mulus. Sehingga, pihaknya belum mengetahui pasti penyebab terjadinya penurunan jalan yang berakhir longsor tersebut.
“Perlu ada kajian, apakah memang kontur tanahnya yang sudah labil atau bagaimana? Kami tidak bisa mengatakan bahwa memang diakibatkan usia jalannya,” ucapnya.
Namun, untuk saat ini pihaknya telah merencanakan program jangka panjang untuk mengatasi kondisi jalan tersebut.
DPUPR mengusulkan kurang lebih Rp3 Miliar untuk pembangunan penahan dinding tanah sepanjang 40-45 meter di sepanjang jalan yang mengalami keretakkan.
Sementara, untuk solusi jangka pendek, pihaknya akan menimbun jalan yang longsor bekerja sama dengan pihak perusahaan.
“Kalau untuk penimbunan, kita estimasikan selesai 3 hari bila cuaca mendukung,” tuturnya.
Sebelumnya, pihaknya berencana untuk membangun jembatan bailey. Namun, melihat penurunan tanah yang terjadi hingga hampir 1 meter, maka rencana tersebut cukup beresiko.
“Kami khawatir, nantinya jembatan bailey akan ikut bergerak juga. Akhirnya akan berdampak pada pengendara yang melewati, terhadap keamanan dan keselamatan,” tutupnya.
Editor: Erwin