Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Berau, Junaidi serta jajaran Forkopimda Kabupaten Berau.
Tak hanya itu, kegiatan yang dicanangkan oleh Presiden RI ini diikuti oleh 27 pemilik perusahaan Hak Guna Usaha (HGU) dan Hutan Tanaman Industri (HTI) se-Kabupaten Berau.
Kapolres Berau, AKBP Khairul Basyar mengatakan, kegiatan ini merupakan program dari kebijakan Kapolri RI yang bertujuan untuk mendukung ketahanan pangan nasional yang diimplementasikan ke empat program.
Program yang dimaksud, yakni Program Pekarangan Pangan Bergizi, Program Pemanfaatan Lahan Produktif, Program Pengawasan Distribusi dan Program Rekrutmen Personel Polri dengan kompetensi di bidang Pertanian, Peternakan, Perikanan, Gizi dan Kesehatan Masyarakat
Sehingga, kegiatan penamaman satu juta hektar jagung ini merupakan wujud dari program pemanfaatan lahan produktif.
“Tepat hari ini, Polres Berau dengan pemerintah daerah dan seluruh pemilik HGU/HTI di Berau telah berkomitmen untuk mencapai swasembada jagung. Ada total 140 hektare jagung yang akan kami tanam,” jelasnya.
Sebagai program berkelanjutan, Polres Berau mengharapkan dukungan dari pemerintah daerah serta seluruh stakholder untuk mencapai swasembada jagung sesuai dengan arahan dari Kapolri melalui Kapolda Kaltim.
“Karena kegiatan ini akan berkesimbugan, kami berharap semua dukunga agar program ini berjalan dengan lancar,” tutupnya.
Sementara itu, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas menyampaikan program ini sejalan dengan peningkatan produktifitas produksi jagung di Kabupaten Berau. Di mana, sektor pertanian fokus pemerintah daerah melalui pengembangan sistem pertanian dengan pemanfaatan sumber daya lokal, berdaya saing, berkelanjutan dan mampu mensejahterahlan para petani.
Terlebih, Kampung Tasuk dan Samburakat telah menjadi lumbung jagung terbesar di Kabupaten Berau. Sehingga, pemerintah daerah memiliki komutmen untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dengan optimalisasi sektor hilir sumber daya dan pertanian dalam arti luas berbasis kerakyatan dan kearifan lokal.
“Lewat kegiatan ini, kami harap Kampung Tasuk dapat menjadi produsen komoditas jagung, lumbung bagi Berau dan sekitarnya bukan hanya di Kampung sendiri,” ungkapnya.
Di ketahui, pada tahun 2024 Kabupaten Berau menjadi salah satu sentra penghasil jagung terbesar di Kaltim dengan luas area tanam sekitar 1.766 hektare.
Tak hanya itu, pemerintah daerah telah membantu benih jagung hibrida sebanyak 9,445 Kg dengan luas lahan 633 hektare. Kemudian, pada tahun 2025 pemerintah daerah akan kembali mengalokasikan bantuan bibit benih jagung sebanyak 7,455 Kg dan pupuk NPK 213.930 Kg untuk tanaman jagung dan padi sawah.
“Intinya, kami sudah memprogramkan dari jauh hari, dengan kegiatan ini membantu pemerintah daerah dan petani dalam meningkatkan produksi jagung,” tutupnya.
Editor: Erwin