Dari 10 daya tarik wisata unggulan yang dipanggil hanya 6 diantaranya yang hadir menyampaikan kebutuhan sarana dan prasarana (Sapras) termasuk amenitas pariwisata.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Disbudpar Berau, Samsiah Nawir, mengatakan bahwa sejak 3 tahun terakhir terdapat 10 daya tarik wisata unggulan yang menjadi prioritas untuk pembangunan Sapras dan amenitas.
“Kebetulan yang hadir tadi hanya 6. Ada Air Panas Pamapak di Biatan Bapinang, Kampung Payung-Payung, Pulau Derawan, Teluk Sumbang, Tanjung Batu dan Kakaban,” ungkapnya, Jumat (17/1/2025).
Ia menegaskan bahwa evaluasi tersebut bertujuan untuk mengetahui apakah Sapras yang telah dibangun oleh pemerintah daerah benar-benar dimanfaatkan oleh wisatawan atau tidak.
Evaluasi juga memfokuskan pada 10 daya tarik wisata di Kabupaten Berau untuk mendatangkan retribusi bagi pendapatan kampung serta Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Seperti Air Panas Pamapak dan Kakaban, itu sudah terlihat retribusinya ke PAD Berau dan terbilang cukup tinggi,” jelasnya.
Hal ini yang mendorong Disbudpar untuk memberikan perhatian lebih kepada destinasi wisata unggulan di Bumi Batiwakmal, guna memenuhi kebutuhan yang dibutuhkan wisatawan di masa depan.
Setelah mendengarkan usulan yang disampaikan, mayoritas usulan tersebut berkaitan dengan pemenuhan amenitas pariwisata, seperti penambahan gazebo di Air Panas Pamapak, penambahan jalur tracking di destinasi Pulau Kakaban, serta permintaan pembangunan Mushola di Pulau Derawan.
“Termasuk permintaan tempat sampah di perbanyak. Karena persoalan sampah di Pulau Derawan masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah kampung,” terangnya.
Ia akui, persoalan sampah di Pulau Derawan masih menjadi tugas penting yang harus diselesaikan. Namun, pihaknya menyarankan untuk mengedukasi wisatawan untuk tidak membuang sampah sembarangan terutama di laut.
“Karena pariwisata kita, pariwisata berkembang, berkualitas dan berkelanjutan. Dan semua usulan mereka akan kami upayakan terpenuhi di tahun ini,” tutupnya.
Editor: Erwin