Berdasarkan data, pada tahun 2023 jumlah tenaga kesehatan naik sebesar 25,87 persen, atau sebanyak 381 orang, dari 1.473 orang menjadi 1.854 orang.
Peningkatan tersebut terus berlanjut hingga tahun 2024, dan kenaikan ini terjadi di semua jenis tenaga kesehatan.
Kepala Dinkes Berau, Lamlay Sarie menjelaskan dari jumlah tenaga kesehatan yang ada, terbanyak yakni keperawatan mencapai 42,93 persen atau sebanyak 796 orang.
“Tenaga kesehatan lain dengan jumlah cukup banyak itu tenaga kebidanan sebanyak 406 orang atau 21,90 persen,” ungkapnya, Kamis (16/1/2025).
Di Kabupaten Berau, bidan menjadi tenaga kesehatan yang popular karena fleksibel dan memiliki peran penting khususnya dalam proses melahirkan bagi ibu hamil.
Dengan adanya Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 97 Tahun 2014 Pasal 14 ayat 1 bahwa persalinan harus dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan (Fanyankes).
Sehingga, hampir tidak ada lagi persalinan yang ditolong oleh dukun beranak serta bidan sangat berperan penting dalam mengurangi resiko Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Ibu (AKI).
“Jaman sekarang sudah jarang yah, ibu hamil ke dukun beranak untuk melahirkan,” ujarnya.
Dengan fasilitas kesehatan yang dimiliki Berau sebanyak 218 yang terdiri dari 2 unit rumah sakit, 21 unit puskesmas induk, 112 unit Puskesmas Pembantu, 67 unit Poskesdes, 14 unit puskesmas keliling dan 1 unit masing-masing transfusi darah serta laboratorium kesehatan.
Dinkes Berau berupaya untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di Kabupaten Berau melalui jalur penerimaan CPNS atau PPPK. Bahkan, pihaknya mendorong percepatan pemenuhan dokter spesialis yang hingga kini masih kurang.
“Kita berharapnya, kebutuhan tenaga kesehatan di Berau bisa terpenuhi,” tutupnya.
Editor: Erwin