Penilaian Arindama Bidang Pembangunan Ekonomi ini merupakan pengganti penghargaan Panji Keberhasilan Pembangunan yang diserahkan pada momentum HUT Kaltim pada Januari 2025.
Kepala DPMK Berau, Tentram Rahayu mengatakan mengatakan posisi Kabupaten Berau kini sudah masuk nominasi 3 besar bersama Paser dan Kutai Kartanegara.
Sebelumnya, tim verifikasi lapangan telah melakukan penialain dan validasi data ke Kabupaten Berau yang dipimpin oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kaltim, Puguh Harjanto.
Kehadiran Tim verifikasi disambut langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Berau, Gamalis pada Selasa (17/12/2024) di Kantor DPMK Berau.
Penilaian Arindama ini merupakan apresiasi Pemerintah Provinsi Kaltim kepada daerah yang dinilai berhasil menjalankan pembangunan di masing-masing sektor. “Yang dinilai kinerja pemerintah daerah dalam hal ini DPMK Berau,” ujar Tentram.
Dalam penilaian Arindama ini, terdapat poin-poin penting yang menjadi tolak ukur tim verifikasi. Salah satunya, tematik tahun ini yakni pembangunan ekonomi pedesaan, selain pemberdayaan masyarakat, peran Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) dalam menggerakkan perekonomian kampung dengan menggali potensi kampung dan inovasi kampung menjadi poin penting dalam penilaian.
“Tahap awal penilaian administrasi atau dokumen. Kabupaten Berau sudah masuk tiga besar dan hari ini dilanjutkan verifikasi dan validasi,” ucapnya.
Sementara itu, Wabup Berau, Gamalis mengatakan, dengan masuknya Kabupaten Berau dalam penilaian Arindama, menjadi pemacu semangat bagi pemerintah daerah dalam melaksanakan agenda pembangunan.
Menurutnya, setelah Kabupaten Berau berhasil masuk nominasi Arindama Bidang Pembangunan Ekonomi, pencapain itu sejalan dengan 18 program unggulan Pemkab Berau. Di mana, 11 programnya fokus pada pembangunan pemerintah kampung. “Kita berharapnya, proses penilaian ini bisa berjalan lancar sampai akhir,” jelasnya.
Diketahui, pada tahun 2024, 100 kampung/desa di Kabupaten Berau berhasil mengalami kenaikan status. Diantaranya 3 kampung dari status berkembang menjadi maju. Kemudian, 19 kampung status mandiri dan 1 kampung berkembang. “Kampung maju di Berau sekarang 42 kampung. Tidak ada lagi kampung tertinggal,” tuturnya.
Pemkab Berau juga berkomitmen dalam mewujudkan kemandirian ekonomi di pemerintah kampung. Pada tahun 2023 total ADK yang bersumber dari APBD Berau senilai Rp250 miliar, meningkat di 2024 menjadi Rp320 miliar. Sementara dana transfer dari APBN pada tahun 2023 senilai Rp386 miliar meningkat di 2024 senilai Rp465 miliar.
“Tidak hanya perkotaan, Pemkab Berau juga fokus untuk meningkatkan pembangunan kampung,” tandasnya.
Editor: Erwin