Di era serba digitalisasi, pemanfaatan digital untuk meningkatkan literasi bagi anak muda sangat dibutuhkan.
Melalui seminar literasi bertemakan “Membangun Pemahaman Tentang Pemanfaatan Digital untuk Mempersiapkan Generasi Emas 2045”, diharapkan dapat menarik generasi muda atau Gen Z untuk tertarik ke perpustakaan dan membaca buku.
Seminar literasi tersebut di gelar di Balai Mufakat, Tanjung Redeb, Selasa (3/12/2024) dengan sasaran anak-anak pelajar atau Gen Z, orang tua dan masyarakat.
Kepala Dispusip Berau, Yudha Budi Santoso mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian dari bulan kunjung perpustakaan tahun 2024 di Kabupaten Berau.
Seminar digitalisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang pemanfaatan digital untuk menumbuhkan kegemaran baca melalui literasi.
“Jaman semakin modern, jadi mulai sekarang wajib kita manfaatkan digitalisasi untuk menumbuhkan minat baca generasi muda,” jelasnya.
Sementara itu, Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Sekkab Berau, M Hendratno mengatakan di era digital seperti sekarang, teknologi telah memudahkan dalam melakukan berbagai hal, termasuk membaca.
Ada banyak perpustakaan yang menyediakan bahan bacaan digital, yang dapat di akses dan di baca di mana saja dan kapan saja secara praktis.
Gen Z, yang dikenal sangat maju dalam teknologi terkini, semestinya ambil bagian dalam memajukan dunia literasi, sebagaimana para tokoh bangsa memiliki minat tinggi dalam membaca.
Buku, sebagai bahan bacaan, apa pun mediumnya, adalah sumber utama perubahan masyarakat ke arah kemajuan. Buku memberikan perubahan yang fundamental, lebih kuat dan mendalam, serta berdaya jangkau jauh ke depan.
“Pepatah mengatakan, buku adalah jendela dunia. Untuk bisa membuka jendela itu, kita harus memiliki kuncinya, yaitu membaca dan membaca dikatakan sebagai gerbang peradaban,” tuturnya.
Bahkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau memiliki komitmen kuat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang cerdas, sejahtera, dan berbudi luhur.
Dirinya menyadari, sumber daya manusia (SDA) merupakan aspek penting dan paling utama dalam membangun suatu daerah. Di mana, salah satu upaya perwujudan manusia yang cerdas adalah dengan perwujudan budaya literasi dalam rangka menciptakan masyarakat cerdas.
Dirinya mendorong, untuk Dispusip, pengurus perpustakaan, agar memanfaatkan era digitalisasi ini dengan sebaik-baiknya dan bijaksana. Termasuk peran dari Sahabat Literasi Kabupaten Berau untuk terus berinovasi dalam membudayakan literasi di Bumi Batiwakkal.
“Kita akses buku-buku yang berkualitas, kita diskusikan, kita petik pelajaran, dan mengimplementasikannya dalam kehidupan,” tutupnya.
Editor: Erwin