Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Daerah Muhammad Said menyebut peran perempuan dalam peningkatan partisipasi politik menghadapi Pemilu 2024 diharapkan dapat memotivasi dan menginspirasi kaum perempuan baik yang bergabung dalam organisasi pemerintahan maupun organisasi lainnya.
Terlebih era otonomi saat ini dibarengi dengan pembangunan nasional yang berorientasi responsive gender. "Bahkan, mayoritas Kepala Dinas di OPD kita itu perempuan," kata Said kepada Korankaltim.com Rabu (20/11/2024).
Semua yang tergabung dalam organisasi wanita diharapkan dapat melaksanakan program kerja yang mengarah kepada pembinaan sumber daya manusia (SDM) dan keterampilan anggota, sehingga peran organisasi wanita dalam pembangunan akan memberikan sumbangsih lebih nyata.
Ketimpangan dan kurangnya peran serta perempuan dan rendahnya Kualitas Hidup Perempuan (KHP) kerap terjadi. "Tentu mengakibatkan lambatnya keberhasilan dalam pembangunan nasional," paparnya. "Potensi perempuan sangat besar. Maka harus diberi ruang dan peluang yang besar agar kontribusinya maksimal," tegas Said.
Selain itu upaya dan komitmen kuat dari pemerintah dalam mewujdukan kesejahteraan yang berkeadilan gender tergambar dalam penetapan kuota 30 persen perempuan diparlemen serta mengikis ketimpangan gender dalam politik.
Hal ini mendorong peningkatan partisipasi politik perempuan, memulai pendidikan dari keluarga, serta berpartisipasi di dunia politik, menjadi salah satu bagian penting untuk membangun masyarakat, bangsa dan negara.
Diharapkan pembinaan organisasi perempuan dapat ditingkatkan, khususnya dalam aspek peningkatan kinerja organisasi, pengambilan keputusan, dan kontribusi nyata pada masyarakat yang meliputi jalinan kerja sama dengan pihak-pihak terkait.
Said juga mengingatkan terkait tahun politik jelang Pilkada 2024 nanti. "Jangan hanya karena berbeda pilihan, seringkali terjadi pertengkaran. Peran kaum perempuan dalan meningkatkan partisipasi politik untuk pembangunan daerah sama pentingnya," tutup Said.
Editor: Aspian Nur