Tema debat publik pertama ini mengangkat tema utama layanan publik, reformasi, birokrasi, Sumber Daya Manusia (SDM) dan sosial budaya.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Berau Budi Harianto menjelaskan sub tema debat akan membahas persoalan korupsi, transparansi dan keterbukaan informasi publik. Selain itu juga pemerataan pendidikan dan layanan kesehatan. Terakhir, pengetasan kemiskinan, kemajuan kebudayaan daerah dan moderisasi keberagaman. "Itu untuk tema debat pertama," ujar Budi kepada Korankaltim.com Senin (21/10/2024) hari ini.
Dalam debat publik pertama, tim penyusun telah mengusulkan lima nama sebagai moderator selama debat berlangsung. Nantinya akan ada dua moderator yang akan dipilih sesuai dengan kesepakatan Liaison Officer (LO) masing-masing paslon.
KPU Berau sudah berkoordinasi dengan LO paslon untuk menyampaikan pendapat atau usulan sebelum debat publik berlangsung. "Tetapi sampai hari ini belum ada sikap," ungkapnya.
Sesuai rencana, debat publik pertama akan disiarkan televisi nasional Trans TV dan berlangsung di Jakarta. Sementara untuk debat publik kedua 16 November mendatang disiarkan di Kompas TV dan kemungkinan ada perbedaan tema yang diangkat. Namun, tema debat kedua tidak jauh dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Berau.
Penetuan tema dalam debat publik paslon ini, sepenuhnya dirumuskan oleh tim perumus yang terdiri dari tenaga profesional, tokoh masyarakat dan akademisi berjumlah lima orang berasal dari Kota Samarinda.
Salah satu pertimbangan KPU Berau memilih Tim Perumus dan Tim Panelis dari luar Berau, karena persyaratan netralitas. "Mengapa memilih akademisi luar? Pertimbangan kami adalah netralitas karena satu diantara paslon merupakan petahana," jelasnya.
Editor: Aspian Nur