Mengangkat tema "Penguatan Budaya Baca dan Literasi Melalui Tranformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial dan Pemanfaatan Dana Desa untuk Perpustakaan Desa", sosialisasi ini bertujuan untuk mendorong program TPBIS yang merupakan program prioritas nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.
Diketahui, TPBIS masuk dalam prioritas nasional IV (empat) yakni dalam urusan meningkatkan budaya literasi, inovasi dan kreativitas.
Dalam sosialiasi ini, Perpustakaan Al-Fadhilah di Jalan Dr Sutomo RT 01 Kampung Labanan Makarti, Kecamatan Teluk Bayur dihadirkan sebagai narasumber.
Kepala Dispusip Berau, Yudha Budi Santosa mengatakan program ini bertujuan untuk memudahkan pemerintah kampung untuk pengembangkan perpustakaan kampung.
Sesuai Surat Edaran (SE) Bersama antara Mendes PDTT dan Kepala Perpusnas bahwa perpustakaan desa/kampung dapat dibiayai oleh anggaran desa. Termasuk dapat digunakan untuk membangun perpustakaan kampung serta memberikan honor bagi pengelola perpustakaan.
"Jadi sudah ada dasar hukumnya. Maka kita hadirkan dari Kementrian Desa untuk menjelaskan kepada seluruh pemerintah kampung. Dan ini sudah ada payubg hukumnya," jelasnya.
Sebelumnya, penggunaan dana desa hanya untuk pemberian honor bagi pengelola perpustakaan termasuk pembelian koleksi buku. Namun untuk pembiayaan gedung perpustakaan belum ada regulasinya.
"Dulu ada penggunaan dana desa, hanya saja terbatas. Seperti pemberian honor bagi pengelola dan pembelian buku, tapi untuk gedung ragu-ragu," tandasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Berau, Muhammad Said mengatakan melalui sosialisasi ini, pemerintah kampung dan camat se-Kabupaten Berau dapat memaksimalkan fungsi perpustakaan.
Dirinya menyebut, perhatian Pemkab Berau kepada peningkatan perpustakaan di Kabupaten Berau begitu luar biasa. Terlihat berbagai prestasi tingkat nasional yang ditorehkan oleh perpustakaan sekolah di Berau.
"Tidak dipungkiri, di era modernisasi tentu mempengaryhi tingkat literasi," ujarnya.
Seperti diketahui, peran dalam perluasan program ke Perpustakaan Kampung atau Kelurahan dan Taman Bacaan Masyarakat diharapkan dapat terus bersinergi bersama.
Sejalan dengan pemerintah daerah baik itu di Kabupaten maupun di provinsi dan bersama dengan mitra yang ada di luar pemerintah seperti swasta, organisasi komunitas lainnya, sehingga dapat memberikan penguatan literasi melalui program TPBIS agar dapat terus berkembang.
"Saya memberikan harapan besar melalui sosialisasi ini dapat memberikan pemahaman terkait pentingnya meningkatkan budaya literasi masyarakat demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di Bumi Batiwakkal," tutupnya.
Editor: Supiansyah