Jokowi bersama rombongan tiba di Bandara Kalimarau sekitar pukul 11.50 Wita, disambut Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik, Pj Bupati Berau Sufian Agus, Kapolres Berau AKBP Steyven Jonly Manopo, Danrem 091/ Aji Surya Natkesuma Brigjen TNI Anggara Sitompul, serta Danlantamal XIII Tarakan Laksamana Pertama TNI Ferry Supriady.
Kedatangan Jokowi diiringi tarian Harmony of Banuanta yang menggambarkan kehidupan masyarakat Kalimantan Timur yang harmonis dan memiliki toleransi tinggi. Selain tarian, Jokowi juga diberikan pakaian baju adat Dayak Ga'ai sebagai simbolis kedatangannya di Bumi Batiwakkal.
Sesuai agenda, Presiden Jokowi melakukan kunjungan ke Pasar Sanggam Adji Dilayas (PSAD), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Abdul Rivai dan Universitas Mulawarman Berau (UMB).
Jokowi terkejut melihat masyarakat berkumpul menyambut dirinya bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) RI, Muhadjir Effendy .
"Kaget sekali dengan antusiasme masyarakat di sini karena baru pertama kali saya ke Berau. Tapi saya senang, sudah ketemu pedagang-pedagang di pasar. Semua berjalan dengan harga yang baik," kata Jokowi kepada media usai berkunjung ke PSAD.
Efek positif atas kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kaltim sudah sepatutnya membuat Pemerintah Kabupaten Berau terus mendorong dengan mengkaji potensi sumber daya yang bisa ambil bagian. "Dengan adanya IKN mestinya kabupaten lain dan sekitarnya bisa melihat kebutuhan-kebutuhan di IKN," paparnya.
Mantan Walikota Surakarta periode 2005 hingga 2012 lalu itu juga menilai arus jalur penyuplaian logistik juga harus menjadi atensi serius pemerintah daerah setempat. Jokowi mengingatkan kepada perusahaan dan masyarakat bisa terus berkontribusi logistik di IKN.
"Peluang masyarakat, termasuk peluang perusahaan bisa ikut berkontribusi suplai Logistik di Nusantara," tutup Jokowi.
Editor: Aspian Nur