Bupati Berau Sri Juniarsih Mas diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Sekkab Berau M Hendratno membuka resmi Portrakab ini Kamis (19/9/2024) pagi tadi.
Sesuai dengann Namanya, berbagai perlombaan tradisional digelar pada Portrakab ini, diantaranya lomba Hadang yang diikuti 20 regu, panahan tradisional diikuti 130 peserta, sumpitan (62 peserta), ketapel (20 peserta) dan gerobak sodor diikuti 9 regu.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Berau Amiruddin menyampaikan olahraga tradisional dan rekreasi merupakan olahraga yang bertujuan untuk mencapai kebugaran, keceriaan dan kesenangan serta melestarikan budaya yang ada pada masyarakat Indonesia.
"Ada lima lomba tradisional yang diperlombakan, dengan hadiah uang pembinaan total Rp39 Juta, medali dan sertifikat," kata Amiruddin kepada Korankaltim.com disela acara pembukaan.
Lomba tradisional ini bertujuan untuk meningkatkan pembinaan dan pengembangan olahraga tradisional serta meningkatkan frekuensi kompetisi olahraga tradisional di Bumi Batiwakkal sekaligus melestarikannya sebagai bagian dari budaya masyarakat Indonesia secara keseluruhan.
"Ini menjadi langkah untuk persiapan mengikuti event Olahraga Tradisional di jenjang yang lebih tinggi," sebut Amiruddin lagi.
Hendratno menambahkan, Portrakab ini sebagai langkah untuk meningkatkan kebugaran masyarakat sekaligus melestarikan olahraga tradisional seperti hadang atau bagala, sumpit, ketapel, balogo, enggrang atau tunjang dan olahraga tradisional lainnya sebagai upaya melestarikan budaya masyarakat Indonesia khususnya di Berau agar mencintai dan merawat tradisi.
"Bukan hanya dari segi budaya seperti tarian dan makanan, tetapi juga permainan tradisional," kata Hendratno.
Masyarakat saat ini lebih mengenal olahraga prestasi seperti sepak bola, bola voli, basket, tenis meja dan lain sebagainya, padahal jenis olahraga terbagi menjadi tiga yaitu olahraga pendidikan, olahraga prestasi dan olahraga tradisional atau rekreasi.
Saat ini olahraga tradisional hampir punah tergerus perkembangan zaman dan kemajuan tehnologi. "Ini tentu menjadi tanggung jawab semua agar olahraga tradisional ini dapat dikenal dan dimainkan kembali oleh masyarakat pada masa sekarang, dalam mewujudkan generasi yang sehat dan bahagia," sebut Hendratno.
Dispora diminta meningkatkan pembinaan, melestarikan budaya untuk pengembangan pariwisata melalui olahraga tradisional.
"Dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan sekolah-sekolah dan perbanyak kompetisi olahraga tradisional seperti yang dilaksanakan pada hari ini," pungkasnya.
Editor: Aspian Nur