Diketahui dalam aksi tersebut ratusan warga berkumpul mendatangi kantor PLN Berau untuk mempertanyakan pemadaman listrik yang terjadi sejak pukul 17.00 WITA sore hingga malam hari. Aksi itu diwarnai pembakaran ban hingga merusak artibut milik PLN Berau.
Sri Juniarsih mengatakan pemadaman listrik yang terjadi hampir diseluruh wilayah Berau sudah dikomunikasikan namun pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan terkait hal itu karena jadi ranah Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
"Tapi kami sudah upayakan kepada PLN untuk mencari solusi," kata Sri saat dijumpai Korankaltim.com hari ini.
Ditegaskan Sri, dampak yang terjadi akibat pemadaman listrik tersebut tak hanya dirasakan masyarakat Berau saja, dirinya pun merasakan hal yang serupa.
"Bukan hanya masyarakat saja yang mati listrik loh ya, jangan dikira saya tidak merasakan," ungkapnya.
Wanita nomor satu di Bumi Batiwakkal itu menegaskan sudah mengkomunikasikan untuk segera mencari solusi agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
"Jangan sampai terjadi sabotase yang menjelekkan pemerintah daerah karena kami juga merasakan dampak yang sama dengan kejadian matlis ini," paparnya.
Kalau ada pihak-pihak yang berusaha untuk merugikan baik pemerintah daerah maupun dirinya, Sri mengingatkan segera ditindak lanjuti karena pemerintah juga tidak pernah menginginkan kejadian pemadaman listrik seperti ini terjadi di Bumi Batiwakkal.
Editor: Aspian Nur