Capai 2,64 Persen, Inflasi di Berau Tertinggi se-Kaltim
2 menit baca350 kali dibaca

Penulis: Indri
KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Kabupaten Berau menjadi daerah dengan tingkat inflasi tertinggi di Kalimantan Timur.
2 menit baca350 kali dibaca

Penulis: Indri
KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Kabupaten Berau menjadi daerah dengan tingkat inflasi tertinggi di Kalimantan Timur.
Hal itu diketahui berdasarkan peningkatan inflasi di Bumi Batiwakkal yang mencapai 2,64 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,69 persen secara year to year (y-on-y) yang kalau dibandingkan pada bulan sebelumnya Juli 2024 inflasi mencapai 2,58 persen dengan IHK sebesar 106,76 persen yang menunjukkan adanya peningkatan sebesar 0,06 persen pada bulan sebelumnya.
Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya beberapa indeks kelompok pengeluaran seperti kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 4,56 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 3,16 persen.
Kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga mencapai 2,36 persen, kelompok kesehatan sebesar 24,57 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 4,96 persen, kelompok pendidikan sebesar 1,57 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,40 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 3,83 persen.
Sedangkan, kelompok perumahan, air, Listrik dan bahan bakar rumah tangga mengalami penurunan indeks sebesar 0,04 persen, kelompok transportasi sebesar 0,49 persen dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,23 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Berau Supriyanto mengatakan, inflasi di Berau terjadi disebabkan adanya perkembangan harga berbagai komoditas pada bulan Agustus 2024 yang menunjukkan adanya kenaikan.
Berdasarkan hasil pemantauan BPS Berau, pada Agustus 2024 terjadi inflasi y-on-y sebesar 2,64 persen atau terjadi kenakan IHK dari 103,95 persen pada Agustus 2023 menjadi 106,69 persen pada Agustus 2024.
“Ini menunjukkan adanya tingkat deflasi m-to-m sebesar 0,07 persen dan tingkat inflas y-to-d sebesar 2,14 persen,” jelas Supriyanto kepada Korankaltim.com Selasa (10/9/2024) hari ini.
Bila dilihat berdasarkan data inflasi pada Agustus 2024 y-on-y di Kaltim, Berau menjadi urutan pertama dengan inflasi sebesar 2,64 persen dengan IHK sebesar 106,69 persen, mengalahkan Kota Balikpapan dengan inflasi sebesar 2,26 persen dengan IHK sebesar 107,25 persen dan Kota Samarinda dengan inflasi sebesar 1,98 persen dengan IHK 106,19 persen.
Bahkan sebagai Ibu Kota Nusantara (IKN), Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menjadi kabupaten dengan inflasi terendah sebesar 1,37 persen dengan IHK sebesar 105,75 persen.
Diantara yang mempengaruhi tingkat Inflasi y-on-y terjadi kenaikan adanya harga yang ditunjukkan dari beberapa indeks kelompok pengeluaran seperti kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 4,56 persen selama bulan Agustus 2024 di Berau.
Kelompok ini mengalami kenaikan indeks dari 103,17 persen pada Agustus 2023 menjadi 107,87 persen pada Agustus 2024. Subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y tertinggi, yaitu subkelompok minuman yang tidak beralkohol sebesar 6,27 persen dan terendah yaitu subkelompok makanan sebesar 4,35 persen.
“Dua bulan terakhir ini, Berau masih menjadi kabupaten dengan inflasi tertinggi di Kalimantan Timur,” tutup Supriyanto.
Editor: Aspian Nur







Copyright © 2007 - 2026 Korankaltim.com | All Rights Reserved.
5 kali dibaca
111 km Tenggara SELAYAR-SULSEL
01 Okt 2026, 21:20:00 WIB • Kedalaman 10 km
Tidak berpotensi tsunami
Sumber: BMKG