Kegiatan pawai budaya tersebut dilakukan setiap tahun sebagai upaya memperingati hari kemerdekaan RI.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas turut hadir sekaligus membuka arak-arakan pawai budaya tersebut. Hadir pula Camat Teluk Bayur, Edi Baskoro serta jajaran Forkopimda Berau.
Kegiatan pawai budaya ini disambut baik oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas. Bahkan, ia memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada segenap jajaran pemerintah Kecamatan Teluk Bayur dan seluruh pihak yang turut berpatisipasi dalam ajang pawai budaya ini.
Diketahui, pawai budaya yang digelar Kecamatan Teluk Bayur diikuti oleh peserta yang terdiri dari siswa SD, SMP dan SMA/SMK, kelompok tani, organisasi masyarakat, hingga beberapa paguyuban dari daerah.
"Jadikan kegiatan ini bukan sekadar tontonan menarik bagi masyarakat, tetapi juga aktivitas refleksi perjalanan untuk mengenal kekayaan budaya dari Sabang sampai Merauke," ucapnya.
Diketahui, Kecamatan Teluk Bayur merulakan salah satu ikon wisata sejarah yang ada di Kabupaten Berau.
Hal ini dibuktikan dengan banyaknya peninggalan zaman belanda pada masanya malakukan aktivitas di tanah ini dengan nama Steenkolen 1912 pada Abad Ke-19.
"Potensi historis ini sudah semestinya kita jaga, agar kelak anak cucu kita tidak buta akan sejarah leluhurnya. Hal ini pun merupakan salah satu langkah untuk mengisi kemerdekaan, yaitu berupaya untuk melestarikan peninggalan dan ingatan tentang sejarah," ujar Bupati.
Hal ini penting, mengingat Kabupaten Berau sebagai salah satu penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) yang sangat diandalkan dalam sektor budaya dan kepariwisataannya. "Karena masing-masing memiliki potensi dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas," tandasnya.
Camat Teluk Bayur, Edi Baskoro menjelaskan kegiatan pawai budaya ini diikuti oleh 63 peserta yang terdiri dari TK/Paud, SD, SMP, SMA, dan beberapa masyarakat dan instansi yang ada di wilayah Kecamatan Teluk Bayur.
Kegiatan pawai budaya ini telah dilaksanakan empat kali berturut-turut dan menjadi kegiatan tahunan bagi masyarakat Kecamatan Teluk Bayur.
Namun, pihaknya berharap kegiatan pawai budaya selanjutnya dapati dianggarkan APBD melalui Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Kecamatan Teluk Bayur.
"Sebab pawai budaya ini rutin dilaksanakan setiap tahun dan menjadi ikon bersejarah kota tua yang ada di Kecamatan Teluk Bayur," tutupnya.
Editor: Supiansyah