Kampung Pegat Batumbuk, Kecamatan Pulau Derawan jadi daerah penghasil udang windu yang didukung Program Masyarakat Sahabat Tambak Indonesia (MESTI) karena berhasil mempraktekkan budi daya udang tradisional ramah lingkungan yang dikembangkan oleh Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) dan Kementerian Kelautan serta Dinas Perikanan.
Abdurahman, petambak budi daya udang di Kampung Pegat Batumbuk kepada Korankaltim.com Kamis (22/8/2024) hari ini menjelaskan, sejak awal bergabung dengan Program MESTI, hasil panen yang didapatkan hanya sekitar 3,5 kilogram. Secara bertahap, hasil panen meningkat menjadi 9 kilogram, kemudian 35 kilogram dan terakhir pada masa panen raya ini mencapai 50 kilogram.
“Siklus panen juga menjadi lebih cepat. Dulu 3 atau 4 bulan sekali panen, sekarang bisa 2 bulan sekali panen. Selain itu, kami juga mendapat panen lain yaitu bandeng dan kepiting yang jumlahnya juga terus meningkat,” ujar Abdurahman.
Model baru budi daya perairan berkelanjutan ini, bertujuan untuk menghasilkan produktivitas yang sama di lahan tambak seluas 2 hektar, seperti yang dihasilkan di lahan tambak seluas 10 hektar.
Mengubah mangrove menjadi budi daya perairan, terutama pada tambak udang, telah menyebabkan hilangnya mangrove di Kalimantan dan Sulawesi. Diketahui mangrove memberikan perlindungan garis pantai dari badai dan tsunami serta mengurangi risiko banjir, genangan, dan erosi. Selain itu, mangrove Indonesia juga membantu menyimpan karbon dalam jumlah besar yang mengurangi gas rumah kaca-kaca.
Hal ini pula yang mendorong Pemerintah Kabupaten Berau untuk meluncurkan Program MESTI yang merupakan akronim dari frasa bahasa Indonesia yang berarti "mangrove adalah sahabat bagi tambak berkelanjutan."
Plt Kepala Dinas Perikanan sekaligus Staf Ahli Bidang Keuangan dan SDM Pemkab Berau Jaka Siswanta menyebutkan Kabupaten Berau memiliki ekosistem mangrove terluas kedua di Kalimantan Timur, dengan luasan mencapai kurang lebih 80 ribu hektare.
Dengan terjaganya ekosistem pesisir dan laut di Kabupaten Berau, produksi perikanan pada tahun 2023 mencapai 33.475,47 ton.
Editor: Aspian Nur