Secara terbuka Saipul menyebut sudah mengetahui kejadian tersebut sebelum dirinya menjadi pimpinan Perumda Batiwakkal pada tahun 2019 silam dan puncaknya pada penyesuaian tarif yang terjadi pada tahun 2012 atau 12 tahun lalu. "Kami sebenarnya sudah pernah mendapati indikasi ini sejak lama," ujar Saipur kepada Korankaltim.com Rabu (21/8/2024) malam ini.
Diketahui S merupakan mantan pagawai Perumda Batiwakkal yang pensiun sejak tahun 2022 namun aksi penipuan atau kecurangan tersebut sudah dilakukan S sejak masih menjadi pegawai atau karyawan pada posisi divisi pengurusan rekening pembayaran pelanggan.
Setelah dilakukan invetigasi internal ditemukan beberapa bukti S melakukan pelanggaran sehingga dipindahkan ke divisi lain jauh dari divisi sebelumnya. "Memang sejak masih jadi pegawai aktif hingga pension dia mengakui kesalahan yang dilakukan setelah ditemukan atau ada pelanggan yang melapor setelah dilakukan penyegelan. Secara koorperatif dia mengganti rugi," papar Saipul lagi.
Satu diantara alasan mengapa kecurangan yang merugikan pelangga Perumda hingga ratusan juta karena kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) di Perumda Batiwakkal sehingga, untuk mengkontrol sistem yang ada dengan 86 pegawai mereka kewalahan mengingat ada 38 ribu pelanggan di Berau. "Untuk penambahan karyawan pun kami masih terhalang dengan regulasi yang ada," ucapnya.
Untuk sementara ini Perumdam memberikan penyelesaian atas kasus yang terjadi saat ini. Mereka membuka segel atas dugaan adanya penggelapan pembayaran tagihan oleh oknum mantan pegawai Perumda Batiwakkal yang akan dilakukan pada 22 Agustus 2024.
Namun pelanggan yang meteran airnya disegel karena tunggakan namun atas dugaan penipuan tetap wajib membayar secara rutin sebagaimana biasanya sesuai dengan batas jatuh tempo yang berlaku terhitung pemakaian air per pelanggan pada bulan Agustus 2024.
Untuk seluruh tunggakan yang disebabkan oleh S maka pihaknya akan melakukan upaya persuasif serta upaya hukum untuk kepastian status pemenuhan ak dan kewajiban antara pelanggan dan Perumda Batiwakkal. "Kami harap seluruh pelanggan yang terdampak memaklumi kondisi yang telah terjadi dan ke depannya kami akan segera memberitahukan terkait perkembangan permasalahan yang terjadi saat ini," pungkas Saipul.
Editor: Aspian Nur