Kepala BPBD Kabupaten Berau, Masyadi Muhdi menyebutkan, karhutla di Bumi Batiwakkal relatif tidak banyak. Sampai bulan ini baru tiga laporan kasus karhutla yang cukup besar yakni dua titik di Kampung Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan dan Kecamatan Tabalar.
Bencana kebakaran yang terjadi di Berau lebih banyak kebakaran pemukiman terutama pada pemukiman padat penduduk. "Bencana tidak bisa dihindari tapi bisa dicegah. Kami imbau masyarakat agar berhati-hati baik dijalan atau sebelum meninggalkan rumah," kata Masyadi kepada Korankaltim.com Jumat (16/8/2024) hari ini.
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas secara terpisah mengatakan, potensi ancaman bencana yang mempengaruhi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat harus disikapi dengan dengan aksi-aksi nyata, seperti melakukan perencanaan yang dipadukan dengan upaya-upaya penanganan dan pengurangan resiko bencana secara komprehensif, sistematis dan komitmen dari semua pihak.
Data dalam dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) Kabupaten Berau 2019-2024 menyebutkan kalau kabupaten ini memiliki nilai Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) sebesar 173,74 persen dan masuk dalam kategori kelas tinggi.
Jenis bencana yang biasa terjadi di Berau yaitu banjir, kebakaran hutan dan lahan, cuaca ekstrem serta tanah longsor.
"Jadi saya minta, apa pun instansinya, semua punya peran masing-masing untuk satu tujuan, yaitu hadir sebagai solusi untuk melakukan kerja kemanusiaan yang berkelanjutan sesuai dengan yang kebutuhan masyarakat," tegas Sri.
Editor: Aspian Nur