Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Bupati (Wabup) Berau, Gamalis dan dihadiri Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita dan seluruh peserta dari pelaku UMKM.
Pelatihan ini bekerja sama antara Diskoperindag Kaltim dengan Diskoperindag Berau. Pelatihan ini dilakukan secara bertahap, tahap pertama diselenggarakan pada 20-21 Juki 2024 dan tahap kedua dilakukan pada 1-2 Agustus 2024 dengan masing-masing angkatan diikuti 50 pelaku UMKM dari 10 kelurahan.
Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita mengatakan produk UMKM di Kabupaten Berau sudah bisa bersaing dengan berbagai macam produk unggulan di Bumi Batiwakkal.
Sehingga, pelatihan desain kemasan dianggap penting. Sebab, wajah awal dalam menjual produk unggulan UMKM yakni kemasan dan promosi.
Baginya pengetahuan awal soal menampilkan kemasan yang menarik menjadi sangat penting karena tak jarang para pembeli melihat produk dari kemasannya terlebih dahulu.
"Karena kemasan ini kalau saya perhatikan, bahwa kemasan menjadi masalah utama untuK para pelaku UMKM Berau," ucapnya.
Sementara Wabup Gamalis mengatakan kegiatan ini begitu dinanti oleh para pelaku UMKM, terlebih persaingan produk kekinian sudah menembus pasar nasional.
Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan semangat berwirausaha serta pembinaan pada pengusaha UMKM dan IKM, khususnya dalam menghadirkan kemasan produk yang menarik sehingga mendatangkan keuntungan lebih besar.
"Kita semua menginginkan produk-produk UMKM kita juga bisa bersaing dan mendapatkan kesan yang baik bagi masyarakat," ungkap Gamalis.
Pengembangan kualitas UMKM dan IKM sangat perlu dilakukan, seiring dengan berkembangnya sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu motor penggerak pendapatan daerah.
Menurutnya, pelatihan ini merupakan peluang yang besar bagi daerah, terlebih Kabupaten Berau menjadi salah satu daerah mitra Ibukota Nusantara yang diunggulkan dengan kepariwisataan.
Gamalis menginginkan untuk mengambil peluang ini dengan mempersiapkan UMKM bagi Wisatawan yang datang, pasti akan membeli oleh-oleh untuk mereka bawa pulang.
"Dengan demikian, kemasan juga bisa menjadi wadah saluran promosi. Ketika kemasannya menarik, aman dibawa, memuat informasi lengkap, masyarakat juga pasti berminat untuk membeli. Bahkan tak jarang, masyarakat kita membeli hanya karena kemasan produk yang menarik," paparnya.
Kendati demikian, kemasan ini juga harus dibarengi dengan kualitas. Untuk itu, Gamalis mengharapkan seluruh pelaku UMKM dan IKM agar lebih memperhatikan kebersihan, keamanan, dan cita rasa dari produk yang dijual.
"Saya juga mendorong jajaran Diskoperindag, Dekranasda, dan perangkat terkait untuk terus memberikan pendampingan kepada para pelaku UMKM kita. Berikan pelatihan, pembinaan, dan kesempatan promosi," tuturnya.
Gamalis menambahkan, salah satu misi Pemkab Berau yaitu melaksanakan program peningkatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha berbasis pariwisata dan kearifan lokal.
"Kami melaksanakan pembangunan kawasan UMKM dan menyediakan fasilitas pembinaan, pelatihan, serta kredit lunak kepada UMKM sebagai wujud kepedulian kami terhadap eksistensi UMKM untuk kemajuan daerah," pungkasnya.
Editor: Supiansyah