Masuknya destinasi wisata Pulau Derawan menjadi sejarah baru Bumi Batiwakkal dalam ajang ADWI yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) selama tiga tahun berturut-turut sejak 2021 hingga sekarang.
Berkat masuk masuknya destinasi wisata Pulau Derawan ke 50 besar dari 6.016 desa wisata yang dinilai dalam ajang ADWI 2024, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno dewan juri dari Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO).
Juri penilai dari ASTINDO, Head Of Public Relation, Madeleine Sophie mengatakan ada lima faktor untuk bisa menjadi pemenang.
Faktor pertama yang menjadi penilaian yakni potensi wisata. Baik itu potensi wisata alam maupun potensi wisata buatan. Kedua, amenitas atau segala fasilitas pendukung yang bisa memenuhi kebutuhan wisatawan selama berkunjung di destinasi wisata tersebut.
"Seperti apakah ada penyediaan untuk tempat ibadahnya atau tempat-tempat pedestrian cukup bersih dan layak. Termasuk akomodasi dan homestay atau penginapan," jelasnya usai mendampingi Menparekraf.
Kemudian, ketiga digital. Menurutnya, Pulau Derawan, bila dilihat secara digital atau sarana digitalnya sudah cukup bagus. Seperti yang terlihat pada sosial media yang dimiliki Pulau Derawan.
Fakto keempat, terkait kelembagaannya. Menurutnya, sistem kelembagaan yang ada di pemerintahan Kampung Pulau Derawan sudah terlihat bagus dan tertata. Terlihat dengan kekompakkan yang dilakukan oleh camat dan Kepala Kampung serta Pokdarwis yang aktif dalam mempersiapkan segala kebutuhan salam penilaian ini.
Serta faktor kelima yakni resiliensi. Indikator ini penting, sebab penilaian suatu destinasi wisata harus dinilai melalui pengelolaan desa wisata yang berkelanjutan dengan memperhatikan isu lingkungan serta memiliki manajemen risiko. Seperti memiliki pengelolaan sampah dan manajemen resiko keselamatan, kesehatan dan lingkungan.
"Jadi, dari lima indikator atau faktor inilah yang membuat Pulau Derawan masuk dalam nominasi 50 besar ADWI tahun 2024," ucapnya.
Bahkan, Sophie mengaku, destinasi wisata Pulau Derawan memilili keunggulan dari sisi sumber daya alamnya serta kelembagaan, sehingga masyarakat setempat bisa bekerja sama untuk bisa menonjolkan keunggulan yang dimiliki Pulau Derawan.
"Pesan saya, selaku dari juri, Pulau Derawan itu tidak kalah dengan pulau-pulau lain di dunia, saya jamin itu. Jadi percaya diri saja," tegasnya.
Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno mengakui destinasi wisata Pulau Derawan memiliki wisata laut yang begitu luar biasa indahnya. Selain makanan atau kulinernya yang enak, masyarakat setempat, menurutnya sangat ramah dan walcome dalam memberikan pelayanan terbaik bagi wisatawan yang berkujung, termasuk dirinya.
Bahkan, bahwa dari 100 kampung yang ada di Kabupaten Berau, Pulau Derawan menjadi satu-satunya kampung dengan penghasilan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tertinggi. Itu artinya, Pulau Derawan berhasil menghidupkan sektor pariwisatanya.
"Yang menonjol pisang gorengnya. Saya termasuk penggemar pisang goreng. Dan masyarakat setempat, luar biasa ramah dan rukun. Saya harap ini bisa terus dijaga dan komitmen agar bisa terus mengembangkan sustainable tourism atau pariwisata berkelanjutan," tutupnya.
Editor: Supiansyah