Tahun 2023 sampah meningkat volumnya menjadi 51.282 ton, dengan sampah terkelola sebesar 80,05 persen dan sampah yang tidak terkelola 19,95 persen.
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas pun meminta semua pihak untuk memperhatikan hal ini, mengingat 26 persen komposisi sampah merupakan sampah plastik yang tidak mudah terurai secara alami serta berpotensi mencemari tanah, air, laut bahkan udara.
“Pengelolaan sampah masih dilakukan kurang tepat, seperti minimnya daur ulang sampah, pembakaran sampah, pembuangan sampah sembarangan yang berkontribusi dalam meningkatnya produksi gas-gas rumah kaca yang berlebihan," ujar Sri kepada Korankaltim.com Senin (1/7/2024) hari ini.
Karena itu pentingnya masyarakat menerapkan prinsip pengelolaan sampah berkelanjutan, yang mampu menyentuh sektor ekonomi, sosial dan lingkungan hidup karena pengolahan sampah plastik diposisikan sebagai penguat dan pendorong pertumbuhan perekonomian daerah.
"Saya juga mendorong semua agar dapat melaksanakan pembatasan timbulan sampah, pemanfaatan kembali sampah, dan pendauran ulang sampah," jelas Sri.
Editor: Aspian Nur